Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 02:04 WIB

Atasi Penyakit Jantung Tanpa Harus ke Luar Negeri

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 7 Desember 2018 | 17:30 WIB

Berita Terkait

Atasi Penyakit Jantung Tanpa Harus ke Luar Negeri
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Tanggerang- Prevalensi Penyakit tidak menular saat ini semakin meningkat.

Salah satunya adalah penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup dan sosial ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini masih banyak pasien yang mengalami serangan jantung terlambat ditangani karena ketidaktahuan atau terhambat saat perjalanan menuju rumah sakit.

Padahal, pasien serangan jantung wajib mendapat penanganan maksimal 6 jam pasca serangan.

"Setiap menit yang berlalu membuat semakin banyak jaringan otot yang kekurangan oksigen sehingga mati. Oleh karena itu, semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit maka semakin banyak yang bisa dilakukan untuk membatasi kerusakan otot jantung sehingga peluang hidup pasien lebih besar", ujar dr. Dasaad Mulijono, MBBS(Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP, PhD, di rumah sakit Bethsaida Hospitals, Cardiac Center, Tanggerang, Kamis, (06/12/2018).

Namun kendalanya masih banyak masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri dengan beberapa alasan seperti kurangnya mutu pelayanan kesehatan rumah sakit di negara kita, kurang puas terhadap komunikasi dokter, kemampuan SDM kita yang belum meyakinkan, serta sarana dan prasarana yang masih terbatas jika dibandingkan dengan standar pelayanan kesehatan di luar negeri.

Menurut dr. Dasaad Mulijono, sebenarnya rumah sakit di negara Indonesia ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih yang terintegrasi dengan kompetensi para dokter yang berpengalaman dibidangnya.

Seperti di Bethsaida Hospitals, penyakit jantung koroner ini bisa ditangani oleh dokter-dokter yang berpengalaman untuk dilakukannya tindakan kateterisasi jantung, serta pemasangan ring jantung.

Ditambah dengan Dokter dan SDM rumah sakit yang tidak asing lagi dengan adat istiadat, kultur dan kebiasaan pasien - pasien Indonesia yang memberikan banyak pemahaman lebih baik melakukan perawatan kesehatan di dalam negeri dibandingkan dengan rumah sakit di luar negeri.

"Saya percaya apabila rumah sakit melayani pasiennya dengan kasih seperti Iayaknya keluarga sendiri maka sesungguhnya kita bisa menarik kembali pasien-pasien yang berobat di luar negeri untuk bisa berobat di Indonesia, sehingga bisa menyelamatkan sebagian devisa negara", ungkap dr. Dasaad Mulijono.(tka)

Komentar

Embed Widget
x