Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 02:00 WIB

Ini Tiga Penemuan Upaya Turunkan Pravalensi DM

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 6 Desember 2018 | 12:15 WIB

Berita Terkait

Ini Tiga Penemuan Upaya Turunkan Pravalensi DM
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Terdapat tiga penemuan dari berbagai ahli yang menghasilkan upaya mengurangi prevalensi Penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia.

Nutrifood Research Center (NRC) Grant merupakan program bantuan dana penelitian yang diberikan bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mendukung lahirnya penemuan baru di bidang kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus tipe 2.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, NRC Grant 2018 mengusung tema penelitian yang diusung Membangun Indonesia yang Lebih Sehat melalui Penelitian di Bidang Diabetes Melitus Tipe 2.

Tiga proposal terbaik di NRC Grant 2018 berkesempatan mendapatkan dukungan dana senilai total Rp 172,5 juta.

Dengan ajang ini membuktikan bahwa di Indonesia masih memiliki banyak peneliti yang potensinya perlu didukung dan difasilitasi guna memberikan manfaat dan terobosan bagi masyarakat di bidang kesehatan, khususnya terkait Diabetes Melitus Tipe 2 .

Setelah menjalani serangkaian seleksi, tiga proposal penelitian terbaik berhasil menjadi pemenang NRC Grant 2018, yakni mahasiswa S1 dari Universitas Brawijaya, Malang, mahasiswa S2 dari Universitas Indonesia, Jakarta, serta peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

"Karena tingkat prevalensi diabetes Indonesia yang semakin mengkhawatirkan," kata Astri Kurniati, S.T., M.App.Sc ., Head of Nutrifood Research Center, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (06/12/2018).

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 201 8, prevalensi penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 5,7 persen (2007) dan 6,9 persen (2013) menjadi 8,5 persen (2018) , dengan total kasus diabetes yang telah mencapai angka 10 ,3 juta.

Menurut International Diabetes Fe deration (IDF) Atlas tahun 2017, menjadikan Indonesia sebagai peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar. Selain itu, World Health Organization memprediksi angka kejadian diabetes diprediksi akan melonjak hingga 21,3 juta jiwa pada 2040, dengan jumlah kontribusi cukup besar dari Diabetes Melitus Tipe 2.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, 90 persen dari total kasus diabetes di Indonesia merupakan diabetes tipe 2 yang sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat, pola diet tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

"Hasil penelitian dari NRC Grant 2018 terkait diabetes melitus tipe 2 diharapkan menjadi salah satu kontribusi Nutrifood untuk menurunkan prevalensi angka p enderita ataupun kematian akibat diabetes di masa depan," tambahnya.

Mewakili tim juri, Prof. Dr. Antonius Suwanto, mengatakan, perkembangan penelitian ilmiah sudah mulai banyak, termasuk di bidang kesehatan , namun perlu ditingkatkan jika dibandingkan negara lain.

"Hadirnya Nutrifood Research Center Grant 2018 ini menjadi contoh bentuk kontribusi dan kolaborasi pihak swasta dan akademisi untuk meningkatkanpenelitian ilmiah dalam bidang kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus tipe 2. Harapannya, program ini mampu membuka mata masyarakat bahwa Indonesia memiliki peneliti-peneliti berkualitas yang dapat berperan memajukan ilmu kesehatan baik di tingkat lokal maupun internasional," ujarnya.

Setelah menyeleksi ratusan proposal penelitian, dia bersama tim
juri akhirnya memilih tiga pemenang berdasarkan kebaharuan ide penelitian, kesesuaian dengan tema, serta kemampuan tim pemenang menyampaikan idenya secara singkat, padat dan jelas.

Setelah ini, selama setahun kedepan, ketiga tim pemenang akan mengimplementasikan ide yang sudah mereka tuangkan dalam proposal penelitiannya dengan bantuan dana penelitiaan dari NRC Grant.

Harapannya, setelah periode penelitian berakhir, dunia kesehatan akan mendapatkan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru terkait hasil penelitian yang telah mereka lakukan.

Nutrifood juga berharap ajang ini mampu mewadahi semakin para peneliti di Indonesia untuk terus berinovasi dan memberikan inspirasi melalui berbagai riset yang bermanfaat, khususnya terkait pencegahan dan penanganan penyakit diabetes melitus tipe 2.

Berikut adalah tiga peneliti terbaik.

1. STUDI IN-VIVO EFEK ANTIDEPRESAN DAN ANTI-DIABETES KULIT PISANG
KEPOK KUNING ( MUSA BALBISIANA) DALAM BENTUK FLAKES

Ketua peneliti : dr.Andreanyta Meliala, Ph.D, AIFM
Anggota : Dr. dr. Sri Lestari Sulistyo Rini, MSc
drg. Yustina Andwi Ari Sumiwi, MKes
Widiastuti Setyaningsih, STP, M.SC, Ph.D,
Paramita Narwidina, STP, M.Sc
Universitas : Universitas Gadjah Mada
Total grant : Rp 100 juta


Tujuan Penelitian : Mengevaluasi efek pemberian flakes kulit pisang terhadap daya tahan stress, atau tingkat depresi hewan coba diabetes menggunakan metode tail suspension test

Manfaat Penelitian :

Jika penelitian terbukti, maka akan memperoleh alternatif pangan yang memiliki potensi anti-depresan bagi penderita diabetes mellitus.

2. STUDI IN-SILICO DAN IN-VITRO SENYAWA FLAVONOID DARI TANAMAN ASLI
INDONESIA SEBAGAI INHIBITOR ALPHA -AMILASE DAN DIPEPTIDYL
PEPTIDASE-4

Ketua peneliti : Mochammad Arfin Fardiansyah Nasution, S.Si
Anggota : Eka Gunarti Ningsih, S.Pd
Yulianti, S.Si
Universitas : Universitas Indonesia
Total grant : Rp 50 juta


Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi senyawa flavonoid dari tanaman asli Indonesia yang memiliki efek positif dalam pengaturan kadar gula darah.

Manfaat Penelitian :

Jika penelitian terbukti, maka tanaman asli Indonesia akan membantu dalam
pengaturan kadar gula darah bagi penderita diabetes dan prediabetes.

3. UJI ORGANOLEPTIK DAN INDEKS GLIKEMIK PRODUK SORGUM BAR YANG
DIFORMULASI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS NIRA

Ketua peneliti : NurAvidha Surayya
Anggota : Elinna Primadiani, Maulidia Hilaili, Elvia Rahmawati,
Anggara Nur Rushydi, Jamaluddin Assyauqi
Universitas : Universitas Brawijaya
Total grant : Rp 22,5 juta


Tujuan Penelitian : Menghasilkan produk sorgum bar yang kemudian akan dianalisis dari segi sensori (penerimaan rasa) dan pengaruh terhadap kadar gula darah

Manfaat Penelitian :

Memperoleh snack sorgum bar enak dan sehat yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. (tka)

Komentar

Embed Widget
x