Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 02:39 WIB

Ini Keluhan Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 24 November 2018 | 20:15 WIB

Berita Terkait

Ini Keluhan Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kebanyakan pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) datang sudah dengan keluhan, seperti sesak napas, gampang kehabisan napas saat naik-turun tangga, dan sudah dengan kecacatan. .

Menurut Prof. Faisal Yunus, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, jarang sekali mereka datang dengan gejala awal. Karena mereka tidak menyadari gejala awal penyakit itu.

"Selain itu, banyak juga yang beranggapan bahwa olahraga rutin atau kunjungan ke wilayah dengan udara bersih bisa mencegah penyakit paru. Padahal ini tidak benar," ujar Prof. Faisal Yunus seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu, (24/11/2018).

Zat yang sudah terlanjur bertumpuk di paru karena asap rokok dan polusi udara, tidak akan hilang, Mereka yang sudah ada gejala dan makin parah harus berobat ke dokter.

Meskipun PPOK merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan, bukan berarti ini adalah penyakit yang melemahkan.

Pasien akan tetap bisa hidup dengan baik meski mengidap PPOK asalkan patuh pada perawatan dan pengobatannya, sehingga mengurangi pemburukan penyakit.

Prof. Faisal Yunus juga menekankan masyarakat untuk menjauhi rokok, karena rokok merupakan penyebab utama dari PPOK.

"Bila susah berhenti merokok, silahkan datang ke dokter paru untuk dipantau dan diberi obat yang benar, setelah itu harus rajin kontrol secara rutin. Begitu pula jika Anda bekerja di daerah rawan polusi, misalnya pabrik," tambahnya.

Kemudian, selalu gunakan masker, walau hal ini juga tidak terlalu melindungi. Sebisa mungkin dan sering kontrol berobat.

"Ingat, tidak ada vitamin atau suplemen apa pun yang dapat mencegah PPOK," ujarnya.(tka)

Komentar

x