Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 01:58 WIB

Atasi Penyakit Paru dengan Pengobatan yang Cermat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 22 November 2018 | 18:10 WIB

Berita Terkait

Atasi Penyakit Paru dengan Pengobatan yang Cermat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tanpa pengobatan, Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit progresif yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Sesungguhnya, pengobatan PPOK paling efektif ketika dimulai pada awal perjalanan penyakit. Namun, pada semua tahap penyakit, telah tersedia
pengobatan untuk mencegah perburukan, mengurangi gejala terutama sesak napas dan memungkinkan penderita untuk berpartisipasi lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari.

"Sehingga menjadi penting untuk diketahui oleh siapapun bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengobati PPOK," kata DR.dr.Tria Damayanti, Ph.D,Sp.P(K) dari PDPI, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (22/11/2018).

Kesadaran masyarakat yang baik terhadap PPOK akan menjadi pintu masuk bagi penurunan beban kesehatan akibat penyakit ini.

Masyarakat harus mengenal dan memahami PPOK dan penyakit jalan napas lainnya yang dapat berkembang menjadi PPOK, mulai dari faktor risiko, deteksi dini hingga pengobatan pada berbagai tahapan penyakit.

"Berbagai komponen masyarakat terutama profesional kesehatan memiliki peran vital untuk tujuan mulia ini. Tidak ada batasan tempat maupun waktu, kapanpun merupakan waktu yang tepat untuk mengenali penyakit saluran pernapasan," tambahnya.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mempunyai visi dan misi sebagai organisasi profesi yang akan terus memperjuangkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan pernapasan dengan berbagai sosialisasi yang terus dilakukan untuk
memperkenalkan PPOK kepada masyarakat.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia akan selalu berperan aktif dalam tindakan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk PPOK.

Dalam upaya preventif terhadap penyakit PPOK maka bentuk pencegahan yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok.

Pelayanan multidisiplin mulai dari penyuluhan, pemberian farmakoterapi, hingga kolaborasi dengan bagian rehabilitasi medik dan kesehatan jiwa merupakan bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dalam mewujudkan niatnya untuk berhenti merokok.

Metode skrining berupa pemeriksaan spirometri juga dilakukan agar dapat menjaring pasien PPOK sejak dini.

Bagi pasien yang terdiagnosis PPOK, pelayanan kesehatan secara menyeluruh juga terus
diberikan dalam rangka memperbaiki status kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup
pasien PPOK.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia juga turut mengusulkan dan mendorong ketersediaan obat-obatan PPOK dalam bentuk inhaler yang terjangkau oleh masyarakat luas dalam program BPJS.

Sehingga diharapkan segala upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk PPOK dapat terlaksana dan tercapai. (tka)

Komentar

x