Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 02:23 WIB

Cegah Penyakit Paru

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 22 November 2018 | 16:45 WIB

Berita Terkait

Cegah Penyakit Paru
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) adalah suatu penyakit yang dapat dicegah.

Penyakit tersebut dapat diobati yang telah menjadi masalah utama pada kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. World COPD Day pertama kali diperingati pada tahun 2002, dan rutin diperingati setiap tahun hingga saat ini.

Pada prinsipnya, peringatan ini bertujuan membantu menginspirasi para penderita PPOK dan orang terdekat yang terlibat dalam perawatannya, untuk meningkatkan kualitas hidup penderita PPOK secara menyeluruh, dan meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap PPOK.

Mengutip dari siaran pers dari PDPI, Jakarta, Kamis, (22/11/2018), Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan penyakit progresif dan mengancam jiwa yang diperkirakan mempengaruhi lebih dari 251 juta orang di seluruh dunia.

Sedangkan prevalensi di Indonesia menurut Riskesdas 2013 adalah 3,7 persen atau sekitar 9,2 juta penduduk. Saat ini menjadi penyebab utama keempat kematian di dunia, menyebabkan lebih dari 3 juta kematian setiap tahunnya.

"PPOK diperkirakan akan menjadi penyebab utama ketiga kematian di dunia pada tahun 2020. Kesadaran dan stigma masyarakat terhadap penyakit ini masih sangat terbatas, begitu terdiagnosis, mereka tidak tahu cara mengatasi dan bagaimana
perawatannya lebih lanjut," ujar DR.dr.Tria Damayanti, Ph.D,Sp.P(K), Jakarta, Kamis, (22/11/2018).

Sungguh sesuatu yang disayangkan, lebih dari dua pertiga penderita PPOK tidak menyadari bahwa mereka sedang menderita penyakit ini. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap PPOK merupakan masalah utama dalam menekan penyakit pernapasan ini.

Tahap awal PPOK sering kali tidak dikenali karena banyak penderita menganggap gejala seperti sesak napas, batuk kronis dan adanya dahak sebagai kondisi normal yang terjadi seiring bertambahnya usia atau akibat umum dari merokok.

"Sedangkan, pada tahap akhir dari PPOK, sebagian besar penderita sering merasa putus asa karena gejala dan penurunan kualitas hidup yang dialaminya," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x