Find and Follow Us

Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:30 WIB

Talaga Sampireun Suguhkan Menu dari William Wongso

Oleh : Aris Danu | Kamis, 22 November 2018 | 00:13 WIB
Talaga Sampireun Suguhkan Menu dari William Wongso
(Foto: Istimewa)

INILAH.COM, Jakarta-Pakar kuliner William Wongso berkolaborasi dengan restoran Talaga Sampireun menyuguhkan lima menu pilihan kreasi William Wongso sebagai upaya untuk melestarikan kuliner nusantara.

Lima menu pilihan pria 71 tahun itu adalah Ayam Tangkap Aceh, Gulai Ikan Patin, Gadon (pepes daging), Dadar Pegagan dan Nasi Minyak Batanghari Daging Masak Hitam. Kelima menu yang disuguhkan terdapat dibuku William Wongso yang mendapatkan penghargaan di Gourmand World Cookbook Awards ke-22 pada Mei 2017.

"Memang sulit untuk memilih masakan-masakan Indonesia, tetapi karena permintaannya di minta lima jenis, maka saya ambil sikap prioritas karena makanan khas di daerah-daerah yang lebih dikenal, misalnya Aceh, Jambi, Jawa, Melayu atau Bangka. Serta masakan khas dengan pegagan. Memang sulit jika diminta memilih masakan nusantara ini karena semua memiliki kekhasan dan kearifan lokal yang tidak bisa diganggu gugat," katanya William melalui keterangan tertulis, Rabu (20/11/2018).

Baginya Indonesia dengan 17 ribu kepulauan, 34 provinsi, tentu membuat keragamanan makanan nusantara tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Jadi prinsipnya saya coba kesatu, saya ambil Aceh supaya lebih populer, dan bukan masakan yang sulit, tapi unik adalah ayam tangkap. Daun temurui atau salam koja itu penting untuk hal ini," ujar duta kuliner Indonesia itu.

Menu kedua adalah gulai ikan patin. Khusus mengenai ikan patin, William Wongso berharap lingkungan sungai-sungai di mana pun bisa dipertahankan keasriannya sehingga bisa menyajikan ikan yang terbaik.

Menu berikutnya adalah gadon. Gadon menurutnya merupakan salah satu representasi masakan Jawa. Di Jawa, gadon merupakan masakan khas dengan daging cincang yang cukup unik.

Menu selanjutnya adalah nasi minyak. "Nasi Minyak dari semua jenis nasi-nasian yang aromatik di nasi minyak ini yang paling unik karena komposisi dan proses membuatnya," paparnya.

Dia bercerita untuk membuat nasi ini dibutuhkan setidaknya 10 hingga 12 macam rempah. Dan itupun tidak digiling, rempahnya dimasak sebagai teh rempah, dan airnya untuk memasak. Nasi ini dengan ditambah macam-macam bahan lagi seperti nanas, tomat, minyak samin, padanannya adalah daging masak hitam yang tidak menggunakan santan, ini khas di Jambi batanghari melainkan hanya menggunakan parutan kelapa yang disangrai hingga hitam ditumbuh hingga berminyak. Ini seolah-olah sejenis rendang khas dari Jambi.

Terkait dadar pegagan, dia menyarankan percampuran telur dan daun pegagan ini bisa dinikmati untuk anak-anak sebagai bekal atau sarapan.

"Masyarakat kita tidak mengenal bahan-bahan alami yang sehat seperti halnya pegagan. Pegagan tumbuh di mana-mana. Pegagan kalau di Colombo atau India disebut prime food, disajikan secara sederhana pakai dadar telur bagi anak-anak bisa dinikmati untuk bekal ke sekolah atau sarapan pagi," demikian William Wongso.

Sementara itu Carnelisia Valia, General Manager Talaga Sampireun dan Bumi Sampireun mengatakan, kerja sama dengan pria yang dikenal sebagai pegiat kuliner itu sebagai komitmen untuk melestarikan kekayaan kuliner nusantara.

"William Wongso adalah pakar kuliner yang terkenal di Indonesia sekaligus duta kuliner Indonesia yang diperhitungkan dan diapresiasi oleh dunia. Ia secara konsisten memperkenalkan kuliner Indonesia di seluruh benua, salah satu caranya dengan aktif melakukan diplomasi kuliner," katanya. [adc]

Komentar

Embed Widget
x