Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 22:48 WIB

Mengenal Karya Maestro Gizi Kuliner Tuti Soenardi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 3 November 2018 | 14:25 WIB

Berita Terkait

Mengenal Karya Maestro Gizi Kuliner Tuti Soenardi
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tuti Soenardi dikenal sebagai maestro gizi kuliner di Indonesia. Karyanya sangat menginspirasi lewat tiga buku.

Karya Terakhir Tuti Soenardi, Sang Maestro Gizi Kuliner Indonesia Diterangkan Wendi Winduwasono, putra dari Almh. Tuti Soenardi. Tiga buku yang diluncurkan merupakan karya terakhir Tuti Soenardi yang ditulisnya bersama dengan pakar Gizi dan Kuliner lainnya.

Ketiga buku tersebut adalah Tuti Soenardi: 48 Tahun Mengabdi Dan Berkarya Di Dunia Gizi Dan Kuliner, Selayang Pandang Kuliner Indonesia: Peran Media Cetak & Lembaga Kuliner dan Menu Pencegah & Atasi Stroke (90 Resep Masakan).

Sebelumnya, ketiga buku tersebut sudah diluncurkan pada 2010 yang lalu, namun cetakan kedua buku kuliner ini telah direvisi dan akan menginspirasi serta memberi banyak manfaat untuk pembaca, para pemerhati dan pencinta dunia gizi dan kuliner.

"Buku stroke 10 tahun lalu pernah diterbitkan. Lalu banyak sekali di masyarakat terutama anak muda yang banyak terkena stroke. Jadi kebetulan buku ini sepertinya cocok untuk kebutuhan masyarakat saat ini," papar Inta Hardiman, Editor Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Sabtu, (03/11/2018).

Tuti Soenardi dikenal sebagai ahli gizi dan kuliner Indonesia yang telah berkiprah selama 40 tahun lamanya. Tak hanya soal seni kuliner, Tuti juga mengutamakan unsur gizi dalam setiap sajiannya. Ia tahu betul investasi besar seorang anak bersumber dari asupan gizi yang dikonsumsinya.

Tuti Soenardi membagi ilmunya melalui kursus-kursus, seminar-seminar, serta puluhan judul buku yang sudah ditulisnya. Melalui berbagai buku yang ditulisnya, Tuti mengisahkan sejarah kelahiran kuliner Indonesia, serta tokoh-tokoh yang banyak berperan serta.

"Ibu Tuti ini lagend. Saya kenal sejak tahun 80-an. Tidak ada lagi orang seperti dia. Semangat berbaginya sangat tinggi. Dia tidak ada pamrih. Apapun yang dia tahu dia sharing. Dia bisa bikin buku cepat banget. Dia mengangkat soal makanan healthy yang kategori low fat banyak fiber rendah lemak. Ini sangat penting untuk masyarakat," kata William Wongso pakar kuliner Indonesia.

Tak hanya itu, ia selalu melengkapi dengan ragam resep kuliner khas Indonesia, dengan bahan pangan yang mudah didapatkan dan harga yang terjangkau.

Buku ini memuat catatan bagaimana kuliner Indonesia dirintis setapak demi setapak, mulai dari tahun 1970-an sampai munculnya era digital, hingga memberi fondasi bagi perkembangan kuliner sekarang.(tka)

Komentar

Embed Widget
x