Find and Follow Us

Senin, 20 Mei 2019 | 09:44 WIB

Kuliner di Tengah Perkembangan Era Digital

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 3 November 2018 | 13:25 WIB
Kuliner di Tengah Perkembangan Era Digital
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kuliner di masa sekarang bukan lagi sekedar makanan dan masakan. Era digitalisasi turut berdampak pada perluasan makna kuliner.

Dari kegiatan masak memasak dan menikmati makanan, menjadi kata yang erat kaitannya dengan bisnis, trend, gaya hidup hingga kreativitas dan inovasi yang mengagumkan dalam mengolah dan menyajikan. Kuliner bahkan hadir dalam bentuk Startup Food Tech yang membantu dalam pemilihan kuliner yang menjadi banyak pembicaraan maupun sebagai Social Proof sebelum pelanggan mencobanya.

Dalam acara peluncuran 3 buku Ibu Tuti Soenardi yang berlangsung pada Sabtu,(03/11/2018), di Pendopo Kemang, Jakarta Selatan, kuliner dan perkembangan Startup Food Tech turut dibahas dalam diskusi bertajuk Perkembangan Kuliner di Era Digitalisasi.

Hadir sebagai pembicara pakar kuliner William Wongso, VP of Business Development QRAVED Inge Supatra, dan Marketing Manager Zomato Indonesia Deri Slyrova.

"Sekarang memang jamannya sudah berubah. Ketika orang ingin makan sesuatu, dia langsung menggunakan aplikasi untuk memesan makanan. Tapi saya sering menghindari memesan makanan yang panas. Karena jika memesan lewat aplikasi, sampai rumah makanan tersebut sudah dingin," kata Wiliam Wongso.

Keberadaan Startup Food Tech bagi pebisnis Kuliner merupakan peluang yang terbuka lebar. Meski demikian, tetap dibutuhkan komitmen dan konsep yang sederhana namun kuat untuk bisa dijual ke pelanggan. Sebagai bisnis service delivery, sejumlah Food Tech Startup memberikan jasa untuk melakukan booking pada beberapa restaurant yang dituju.

Masih menurutnya, dengan adanya startup food seperti itu, ini menjadikan maraknya dunia bisnis kuliner. Tidak hanya bagi pebisnis kuliner besar yang memiliki tempat restoran, tetap usaha - usaha makanan yang berada di rumahan juga bisa memegang pasar.

"Adanya banyak aplikasi menurut saya sangat membantu pengembangan usaha menengah dan pengusaha lemah. Bukan hanya restoran yang besar punya tempat, tapi restoran rumahan bisa juga terbuka pasarnya lewat aplikasi," tambahnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x