Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 22:29 WIB

Indonesia Akan Gelar GHSA

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 2 November 2018 | 19:15 WIB

Berita Terkait

Indonesia Akan Gelar GHSA
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Pada 2014 beberapa negara menginisiasi dialog, komunikasi, dan kolaborasi, saling menguatkan antar negara, terhadap penyakit - penyakit di seluruh dunia dengan Global Health Security Agenda (GHSA).

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono, M.Kes, GHSA ini sebuah konsep one health. Membahas tentang Kejadian penyakit pada hewan, lingkungan, manusia yang akan saling berpengaruh pada yang lain.

"Ini sebuah forum untuk mengatasi bidang kesehatan bekerja bersama - sama untuk badan dunia. Indonesia sejak tahun 2014 sudah berperan aktif. Kita menyelenggarakan acara ini di Bali pada 6 - 8 November 2018. Yang nantinya disusun langkah - langkah lanjut untuk frame work 2020 - 2024," ujar Anung saat ditemui di acara temu media di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat (02/11/2018).

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenkes, Acep Somantri, SIP, MBA, menjelaskan ada beberapa strategi kerjasama dalam GHSA yang difokuskan pada upaya penguatan kapasitas nasional setiap negara. Khususnya dalam melakukan pencegahan, deteksi dan penanggulangan penyebaran penyakit. Beragam kegiatan yang akan dilakukan nantinya adalah ada 11 action packages.

"Salah satunya adalah nanti ada kunjungan ke lapangan bagaimana kita berhasil melakukan penanggulangan anti microbial resistance (AMR). Kemudian tentang pengendalian penyakit zoonotik disease, biosafety and biosecurity, serta imunization," kata Acep.

Indonesia menjadi negara ke 14 yang ikut menjadi join external tentang kesiapan epidemik dan pandemik. Ini sudah dilakukan sejak November 2017. Score Indonesia adalah 3,15 dari nilai 5.

"Secara umum ini masuk di dalam kesiapan yang moderate tapi tidak perfect. Dari situ kita diminta untuk membuat national action plan untuk health security. Salah satunya adalah untuk mekanisme koordinasi. Termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan militer. Suspansi, detect, dan lainnya. Ini juga tentang nuklir dan radiasi. Yang mungkin bisa tentang kapasitas yang dimiliki. Yang terlibat secara teknis ini terkait kepada Kementerian Pertahanan bukan Panglima TNI," tambah Anung.(tka)

Komentar

Embed Widget
x