Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 00:32 WIB

Masalah Tulang Belakang

Masyarakat Indonesia kerap Alami Osteoporosis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 2 November 2018 | 16:15 WIB

Berita Terkait

Masyarakat Indonesia kerap Alami Osteoporosis
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu jenis degenerasi tulang belakang yang banyak dialami masyarakat Indonesia adalah osteoporosis.

Ini merupakan kondisi dimana kepadatan tulang berkurang. Berkurang atau hilangnya kalsium pada tulang belakang menyebabkan melemahnya struktur atau kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko fraktur.

Fraktur tulang belakang, juga disebut fraktur kompresi dapat menyebabkan nyeri pinggang yang menjadikan penderitanya kesulitan berdiri, jalan, duduk atau mangangkat suatu benda.

Gejala lain yang dapat ditimbulkan pa da fraktur tulang belakang adalah berkurangnya berat badan penderita.

Wanita usia 40 tahun keatas cenderung mengalami osteoporosis. Data lain bahkan menunjukan sebanyak 40 persen wanita dengan usia diatas 80 tahun dipastikan memiliki osteoporosis tulang belakang.

"Xray dan CT scan dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis osteoporosis," jelas dr. Ibnu Benhadl SpBS(K), Spesialis Bedah Saraf Brain 8: Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, Jakarta, Jumat, (02/11/2018).

Tidak menutup kemungkinan dokter menganjurkan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan dual X-ray absorptiometry (DXA amu DEXA) scan.

Saat diagnosis osteoporosis tulang belakang ditegakkan, dokter dapat memberikan beberapa obat-obatan yang bertujuan mencegah terjadinya fraktur tulang belakang.

Menurut dr. lbnu, obat - obatan ini bekerja dengan cara memperkuat tulang dan mencegah pengeroposan. Beberapa obat osteoporosis yang sudah mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, diantaranya Bisfosfonat, Calcitonin dan Teriparatide.

Pada penderita osteoporosis yang sudah dengan fraktur tulang belakang, terapi termasuk memberikan obat penghilang rasa sakit, bed rest untuk beberapa saat, hingga penggunaan korset khusus dan pembedahan.

Kyphoplasty dan vertebroplasty merupakan teknologi minimally invasive surgery yang dapat digunakan untuk mengatasi fraktur tulang belakang. Hal tersebut menggunakan bahan khusus seperti semen yang disebut polymethyl methacrylate (PMMA) disuntikan secara langsung pada tulang belakang yang mengalami fraktur.

Sebelum penyuntikan PMMA dilakukan, balon khusus dimasukan dan dikembangkan pada tulang yang mengalami fraktur/ retak, menggunakan bantuan X-ray fluoroscopy menuju iokasi yang diharapkan dokter. Tujuan tindakan ini adalah mengembalikan tinggi dan bentuk tulang belakang sehingga mengurangi deformitas dan meningkatkan stabilitas tulang belakang.

Kyphoplasty dilakukan menggunakan anastesi lokal atau umum. Tindakan bedah minimal ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit.(tka)

Komentar

Embed Widget
x