Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 22:54 WIB

Hasil Riskesdas 2018

Menkes: Angka Stunting Menurun

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 2 November 2018 | 09:40 WIB

Berita Terkait

Menkes: Angka Stunting Menurun
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah menyelesaikan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Salah satu hasil yang memuaskan adalah angka kesehatan anak, untuk stunting menurun.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek menjelaskan ada angka yang sangat menarik dari hasil Riskesdas 2018 adalah angka anak yang mengalami stunting menurun.

"Ada yang menarik, bahwa ternyata yang penting kita mengubah perilaku dari mayasrakat, dari beberapa data ada yang menurun, yaitu data stunting menurun. Ini terkait dengan perilaku mengapa mereka (masyarakaat) merasa penting untuk peningkatan gizi," papar Nila F Moeloek saat ditemui di temu media hasil Riskesdas 2018, Jakarta, Jumat, (02/11/2018).

Menurut data Riskesdas 2013 gizi kurang dan buruk mencapai angka 19,6 persen sedangkan pada 2018, gizi kurang dan buruk mencapai 17,7 persen.

"Sudah ada penurunan sekitar 1,9 persen yang terlihat dari angka status gizi tersebut. Tertinggi di kepulauan Bali, Riau, dan Bengkulu, untuk gizi baik," kata Joko Irianto, kepala bidang upaya kesehatan masyarakat Kementerian Kesehatan RI.

Kemudian, untuk hasil dari proporsi anak yang sangat pendek dan pendek pada tahun 2013, 37,2 persen dan pada 2018 menjadi 30,8 persen.

"Penurunan yang paling tinggi ada di DKI Jakarta. Tetapi masih ada masalah di Indonesia bagian Timur dan juga di Aceh. Namun, demikian juga sudah mengalami penurunan di Indonesia Timur," tambah Joko.

Selanjutnya untuk status gizi kurus dan gemuk pada balita ini juga mengalami penurunan. Pada 2013 sangat kurus dan kurus mencapai 12,1 persen, dan 2018 menjadi 10,2 persen.

Kemudian, yang menjadi perhatian lainnya adalah tentang kesehatan Ibu terutama saat melahirkan. Kesehatan Ibu di Indonesia juga terlihat membaik dari hasil Riskesdas 2018. Ini terlihat dari meningkatnya proporsi pemeriksaan kehamilan dari 95,2 persen pada Riskesdas 2013 kini menjadi 96,1 persen, proporsi pemeriksaan (K1 ideal), dari 81,3 persen (Riskesdas 2013) menjadi 86 persen, proporsi pemeriksaan kehamilan (k4) dari 70 persen pada 2013 menjadi 74,1 persen, proporsi persalinan di fasilitas keseahtan dari 66,7 persen pada 2013 menjadi 79,3 pesen.

Sama halnya dengan proporsi pelayanan kunjungan nifas lengkap yang meningkat dari 32,1 persen pada 2013 menjadi 37 persen.

"Demikian juga untuk melahirkan dengan bidan tetap bagus dan melahirkan dengan dukun turun dari 17 persen jadi 7 persen. dan meningkatnya melahirkan dengan dokter. Mungkin karena kualitas dan perilaku masyarakat yang lebih baik saat ini,' tambah Menkes. (tka)

Komentar

Embed Widget
x