Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 01:19 WIB

MOI Sediakan Pelayanan Bidan dan Perawat

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 1 November 2018 | 15:55 WIB

Berita Terkait

MOI Sediakan Pelayanan Bidan dan Perawat
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Banyaknya lulusan Bidan dan perawat setiap tahunnya berbuntut panjang. Hal ini terkait dengan sempitnya lapangan pekerjaan.

Menurut Yohanna Doa Morinta Chief SDM MOI (Medis Online Indonesia) yang juga bidan dan trainer, menjelaskan MOI dibuat karena dilatar belakangi dengan banyaknya lulusan bidan yang setiap tahunnya mencapai 100 ribu. Sekitar, 30 - 40 persen dari mereka tidak memiliki pekerjaan.

"Banyak Bidan di Medan juga bekerja tapi tidak memiliki penghasilan yang baik, atau low income. Ada juga yang berpenghasilan hanya Rp. 500 ribu," papar Yohanna saat ditemui di acara Bekraf Latih Pemenang Roadshow GoStartupIndonesia, Jakarta, Kamis, (01/11/2018).

Melihat hal terseut, Yohanna dan tim membuat MOI untuk menjadi wadah bagi para bidan dan perawat mencari penghasilan. Pada sisi lain, banyaknya masyarakat yang mengalami masalah atau kesulitan saat hamil, menghadapi persalinan, masalah gagal menyusui, dan membutuhkan perawatan lainnya.

"Karena itu, kami melihat masalah ini bisa diatasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya," tambah Yohanna.

Aplikasi yang sudah tersedia di playstore tersebut dalam waktu delapan bulan, sudah melayani sekitar 800 permintaan. Tiga hal yang paling diminati masyarakat adalah untuk merawat lansia, merawat penderita stroke, dan ibu hamil.

Hingga kini, bidan dan perawat yang tergabung dalam MOI untuk di Medan jumlahnya mencapai 115 orang. Kemudian di Jakarta 20 orang, dan Palembang 20 orang.

"Hingga kini masih ada banyak bidan, sekitar 770 orang yang menunggu kami trainning sebelum akhirnya terpilih masuk dalam MOI," papar Yohanna.

Melihat kepiawaian anak muda dalam menelurkan startup tersebut, George E Siregar sebagai director operational and business development Altira, yang juga selaku juri dalam acara kompetisi GSI (GoStratupIndonesia), menjelaskan semua startup yang sudah ada dari hasil kompetisi tersebut memang benar - benar memiliki sosial impact yang sangat baik.

"Ini salah satunya adalah MOI. Memiliki sosial impact yang besar dan bisa membantu banyak orang," ujar George.

Agar para pemenang GSI semakin matang dalam menjalankan startup yang dimiliki, Bekraf memberikan pelatihan atau bootcamp dari beragam nara sumber yang kompeten di berbagai bidang.

Pembekalan yang diberikan tersebut mulai dari pentingnya sebuah tim, kecakapan mempersiapkan finansial, dan bagaimana mempelajari kontrak kerja.

"Ini semua yang hadir di sini adalah owner dari startup. Jadi mereka harus fokus karena kalau tidak fokus, nantinya karyawannya akan terbengkalai," tambah George. (tka)

Komentar

Embed Widget
x