Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 00:47 WIB

Inovasi Kesehatan Terus Berkembang

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 26 Oktober 2018 | 18:15 WIB

Berita Terkait

Inovasi Kesehatan Terus Berkembang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Inovasi di dunia kesehatan terus berkembang. Karena, setiap tahunnya, teknologi meningkat dan kemudian dunia kesehatan terus mengalami kemajuan dan kebutuhan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kalbe bersama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia hari ini kembali mendorong proses hilirisasi penelitian di Indonesia melalui program pendanaan penelitian Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018.

Dana penelitian senilai total Rp. 1,5 milyar ini akan diberikan kepada 5 penelitian di bidang kesehatan yang telah diseleksi oleh Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Hasil penelitian yang nantinya didanai Kalbe ini diharapkan dapat dikomersialisasikan dan dipasarkan ke masyarakat.

Pemberian dana penelitian RKSA 2018 ini didahului diskusi dengan tema Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Dwiko Gunawan - Direktur PT. Serambi Botani Indonesia, Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt. - Direktur PT. Swayasa Prakarsa, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Sie Djohan - Direktur PT. Kalbe Farma, Tbk.

Penelitian yang terpilih untuk menerima dana penelitian:

1. Dr. Anggraini Barlian dari Institut Teknologi Bandung dengan judul penelitian Aplikasi Micropatterning untuk Peningkatan Proliferasi dan Diferensiasi Human Whartons Jelly Mesenchymal Stem Cells.

2. Dessy Natalia, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung dengan judul penelitian Peningkatan Kinerja Alat Uji Cepat Deteksi Demam Dengue Melalui Variasi Komponen Antigen Dengue.

3. Prof. Endang Sutriswati Rahayu, MS dari Universitas Gadjah Mada dengan judul penelitian Pengaruh Konsumsi Probiotik Indigenous Powder dalam Mengatasi Obesitas.

4. Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS dari Institut Pertanian Bogor dengan judul Pemanfaatan Tempe Segar, Semangit dan Bosok dari Kedelai Tergerminasi sebagai Pangan Fungsional Hipoglikemik.

5. Dr. dr. Rahyussalim, SpOT(K) dari Universitas Indonesia dengan judul Efektivitas dan Keamanan Terapi Sel Punca Mesenkimal pada Pasien Degerasi Diskus Intervertebralis.

"Sebagai perusahaan yang percaya bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa, Kalbe terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi di masyarakat, melalui penyelenggaraan Ristekdikti-Kalbe Science Awards," kata Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Jakarta, Jumat, (26/10/2018).

Masih menurutnya, pihaknya berharap pemberian dana penelitian ini merupakan implementasi sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri dan pemerintah (ABG). "Dimana kita mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas," lanjut Vidjongtius.

"Penyelenggaraan RKSA 2018 difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia," ujar Pre Agusta, Ketua Panitia Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018.

Bidang kesehatan yang dipilih tersebut meliputi 3 kategori yaitu Kategori 1 bidang farma, biofarma dan sel punca, Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik, dan Kategori 3 bidang makanan dan minuman kesehatan, produk bahan alam. Total dana penelitian akan diberikan kepada 5 proposal terpilih dengan nilai Rp 1,5 milyar.

Adapun Dewan Juri RKSA 2018 adalah Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU - Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa M.App.SC. - Senior Advisor BPPT, Budi Gunadi Sadikin, B.Sc. - Direktur Utama PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Dra. Togi J. Hutadjulu, Apt., MHA - Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, BPOM RI. Dewan Juri Kehormatan Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc. - Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti dan dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D - Pendiri PT Kalbe Farma Tbk.(tka)

Komentar

Embed Widget
x