Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 22:49 WIB

Sanitasi jadi Kunci Keberhasilan Kesehatan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:35 WIB

Berita Terkait

Sanitasi jadi Kunci Keberhasilan Kesehatan
Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek - (Foto: Inilahcom)

INILACOM,Jakarta - Sanitasi menjadi kunci dari keberhasilan kesehatan di rumah tangga dan lingkungan.

Hal tersebut terkait dengan perilaku kebersihan yang buruk serta air minum yang tidak aman menjadi penyebab banyaknya kematian anak akibat diare di seluruh dunia.

Melihat situasi di Indonesia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan perbaikan sanitasi dan air bersih menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang harus dicapai.

"Sanitasi dan air bersih merupakan tujuan ke-6 dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang meliputi air minum, hygiene dan sanitasi, kualitas air, efisiensi penggunaan air, dan pengelolaan sumber air," kata Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Kamis, (18/10/2018).

Masih menurutnya, pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan nasional pembangunan air minum dan sanitasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 185 tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan sanitasi sebagai upaya untuk mencapai akses universal pada akhir tahun 2019.

Untuk mewujudkannya, Kemenkes dan beberapa kementerian lain serta mitra lain meluncurkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2008.

Terdapat lima pilar STBM yang menjadi acuan. Antara lain:

1. Stop BAB sembarangan

2. Cuci tangan pakai sabun

3. Pengelolaan air minum dan makanan

4. Pengelolaan sampah

5, Pengelolaan limbah cair.

Studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2007 menunjukkan jika setiap anggota keluarga dalam suatu komunitas melakukan 5 pilar STBM akan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 94 persen. Penyakit akibat sanitasi yang buruk seperti gangguan saluran pencernaan membuat energi untuk pertumbuhan tubuh menjadi teralihkan, sehingga tubuh kurang mempu menghadapi penyakit infeksi.(tka)

Komentar

Embed Widget
x