Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 00:34 WIB

Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:45 WIB

Berita Terkait

Penemuan Dini Kanker Anak Cegah Risiko Kematian
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penemuan dini kasus kanker anak merupakan kunci keberhasilan pengendalian kanker pada anak.

Baik orangtua maupun petugas kesehatan diharapkan dapat mendiagnosa kanker pada stadium awal, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai tingkat fasilitas kesehatan rujukan. Apabila anak dicurigai terkena kanker, maka orangtua harus segera membawa anak ke puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya.

"Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan," kata dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes, Direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, saat ditemui di kantor Kemenkes RI, Jakarta, Selasa, (16/10/2018).

Jumlah kanker anak sekitar 3 persen - 5 persen dari keseluruhan penyakit kanker, namun menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5-14 tahun. Setiap tahun lebih dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker, dan diestimasi 90.000 di antaranya meninggal dunia. Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50-60 persen karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut akibat gejala kanker yang sulit terdeteksi.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab kanker pada anak. Hal ini diduga merupakan interaksi dari 4 faktor, yaitu genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Belum semua jenis kanker pada anak mempunyai metode untuk dideteksi dini, selain itu kanker pada anak juga tidak dapat dicegah.

"Namun ada baiknya bagi para orangtua untuk mengajarkan perilaku CERDIK pada anak sejak masa kanak-kanak agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa," tambahnya.

CERDIK yaitu:

1. Cek kesehatan secara berkala;
2. Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;
3. Rajin aktifitas fisik;
4. Diet sehat dan seimbang;
5. Istirahat cukup;
6. Kelola stres.(tka)

Komentar

Embed Widget
x