Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 07:58 WIB

Tips Beri Dukungan Remaja Pasca Tragedi Bencana

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 12 Oktober 2018 | 18:45 WIB

Berita Terkait

Tips Beri Dukungan Remaja Pasca Tragedi Bencana
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pada dasarnya, bencana apapun bentuknya adalah sebuah pristiwa traumatis. Ini akan memberikan efek trauma kepada anak dan juga para remaja. Lantas, bagaimana mengatasinya?

Menurut Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, saat ditemui di seminar kesehatan Jiwa di FKUI, Jumat, (12/10/2018), ada sebuah analogi bencana alam yang berdampak dalam kehidupan dan psikologi seorang remaja.

"Misalnya, bencananya sekali, tapi pengalaman hidup itu terkumpul di otak kita. Itu seperti kita makan setiap hari tapi kita tidak buang air besar," ujar Tjhin.

Sebagai orang tua, tentu harus membantu para remaja keluar dari masalah traumatik tersebut. Istilahnya, membantu untuk mencerna agar remaja bisa mengeluarkan apa yang mereka rasakan. Sehingga, para remaja bisa mengatasi masalahnya,

"Semua trauma ini tergantung dari karakter setiap orang. Kalau dia sudah terbantu, dia bisa keluar dari traumatik ini," tambahnya.

Lantas, apa saja tips untuk mengatasi para remaja ketika mengalami trauma pasca terjadi bencana? Berikut adalah rinciannya.

1. Bantu remaja mendapatkan informasi yang benar tentang peristiwa bencana yang dialaminya untuk meningkatkan keyakinan mereka.

2. Diskusikan dengan remaja mengenai peran mereka dalam usaha membangun kembali daerah dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Bantu remaja untuk membagi pengalaman positif dalam mengatasi perasaan mereka dengan kawan-kawan sebayanya.

3. Berikan dukungan untuk terlibat dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki keadaan di dalam masyarakat. Jika memungkinan, remaja dapat diikutsertakan dalam kegiatan masyarakat yang positif, seperti kegiatan masyarakat yang diadakan oleh organisasi lokal, rumah sakit, pendidikan di lokasi pengungsian, dan lain sebagainya.

4. Melakukan kegiatan positif seperti ini akan membuat remaja merasa punya kendali terhadap hidup mereka.

5. Gunakan ruangan kelas sebagai sarana untuk berbagi mengenai perasaan tidak enak dan reaksi mereka akibat peristiwa bencana yang dialaminya.

6. Para pendidik dapat memimpin diskusi mengenai hal ini dan membatu remaja menemukan cara-cara yang positif untuk membangun kehidupan mereka di masa mendatang.

7. Usulkan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti membentuk kelompok diskusi untuk membahas dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat, masa depan dan cita-cita mereka.

8. Para pendidik juga dapat mengkoordinasikan pertemuan dengan para ahli dalam beberapa bidang (agama, kesehatan, kebudayaan, dan lain-lain) untuk berdiskusi mengenai hal-hal di atas. Kegiatan ini bertujuan untuk menolong remaja mengatasi perasaan tidak berdaya, membangkitkan rasa percaya diri mereka, dan mampu memahami kondisi yang terjadi di sekelilingnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x