Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:24 WIB

Kenal Lebih Dekat Batik Lasem

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 9 Oktober 2018 | 19:35 WIB

Berita Terkait

Kenal Lebih Dekat Batik Lasem
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Bali - Batik menjadi salah satu kekayaan seni budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu batik yang sangat menarik perhatian adalah batik Lasem.

Pengrajin batik Lasem, asal Jawa Tengah bernama Jumiaty (46) mengaku melahirkan batik Lasem dengan warna - warna yang alami. Memproduksi batik bersama suaminya, Sugiyarto (53), memproduksi batik Lasem dengan motif Sekar Jagat atau biasa dikenal dengan Bunga Sejagat. Kemudian ada batik Baganan yang memiliki motif Kawong Mata Dua, Kawong Bunder, Gitaran, Kawong Rambutan, Kawong Melati dan Sidomukti.

Salah satu warna khas dari batik Lasem adalah getih pitik atau merah darah ayam. Ini bukan berarti warna merah dihasilkan dari darah ayam asli, melainkan campuran dari bubuk pewarna merah alami dengan air lasem pada zaman dahulu. Warna lain yang kerap menghiasai kain adalah merah, biru, oranye, kuning, dan cokelat.

Jumiaty mengaku sangat senang bisa ikut berpartisipasi di Indonesia Pavilion. Dengan adanya kesempatan ini, ia berharap, Batik bisa semakin dikenal luas, tak
hanya di Asia, tetapi juga di dunia.

"Kami mengucapkan terima kasih, karena sudah diikutsertakan di acara ini International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) 2018. Harapan kami, dengan hadir di sini, semua pengunjung, termasuk para delegasi dapat mengetahui Batik Indonesia sehingga dapat go international," kata Jumiaty seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (09/10/2018).

Pasar utama batik Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara di Eropa. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut berperan aktif dalam industri kreatif, salah satunya batik. Lembaga ini memiliki mitra binaan yang sudah go international pula.

Pada setiap momen potensial dalam memperluas citra batik nasional, BUMN selalu berusaha menampilkan kreasi-kreasi batik terkini. Salah satu momennya lewat Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank (WB) 2018, yang diselenggarakan di Nusa Dua Bali pada 8-14 Oktober 2018.(tka)

Komentar

Embed Widget
x