Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:34 WIB

Biasakan Kurangi Asupan Gula Sejak Dini

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 3 Oktober 2018 | 17:45 WIB

Berita Terkait

Biasakan Kurangi Asupan Gula Sejak Dini
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pakar Nutrisi dan Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS menekankan membiasakan diri untuk mengurangi asupan gula sejak dini sangat penting.

"Kurangi asupan gula dapat mengurangi penderita diabetes dan obesitas," kata Ali saat ditemui di acara peluncuran Nestle Milo baru, Jakarta, Rabu, (03/10/2018).

Mengurangi asupan gula juga dapat menurunkan risiko depresi pada seseorang. Masih menurut Ali, orang yang suka menyantap makanan dengan kadar gula yang tinggi, ternyata lebih rentan mengalami depresi.

"Pola hidup sehat sejak dini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, bahkan kualitas hidup mereka ketika dewasa. Sebagai contoh, anak yang telah terbiasa menerapkan pola makan sehat pada saat dewasa akan memiliki risiko lebih rendah terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti obesitas, hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung," tambahnya.

Masih menurutnya, karena itu penting bagi orangtua untuk senantiasa memperhatikan asupan anak dan menyediakan gizi yang seimbang.

"Ajuran dari Kementerian Kesehatan RI, dalam sehari, konsumsi gula untuk orang di Indonesia adalah 50 gram. Ini setara dengan empat sendok makan perhari. Dibandingkan dengan WHO, hanya 25 gram per hari dari total asupan energi," ujarnya.

Ironisnya, di Indonesia, fakta menunjukkan, bahwa rata - rata konsumsi gula orang Indonesia lebih dari 25 gram per hari.

"Ini sudah lebih dari ambang batas kesehatan yang ditetapkan oleh WHO," tegasnya.

Untuk itu, sejak dini, anak - anak bisa membiasakan mengurangi asupan gula melalui pemilihan susu yang mengadung rendah gula. Kini, terdapat susu yang memiliki kadungan gula rendah. Pilihan yang lebih sehat dan lebih lezat Nestl MILO hari ini meluncurkan MILO baru dengan kanndungan gula yang 25 persen lebih rendah.

Tidak hanya kandungan gula yang 25 persen lebih rendah, inovasi juga diwujudkan dengan memperkaya kandungan malt, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi.

"Malt adalah salah satu sumber energi yang menjadi ciri unik kelezatan susu. Di samping itu, kami juga meningkatkan kandungan vitamin dan mineral, seperti vitanin 86, B12, C, D, dan zat besi," kata Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo.(tka)

Komentar

Embed Widget
x