Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 08:27 WIB

Atasi Gangguan Penglihatan dengan Sigalih

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 3 Oktober 2018 | 16:10 WIB

Berita Terkait

Atasi Gangguan Penglihatan dengan Sigalih
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2018, Kementerian Kesehatan RI, memperkenalkan Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional (Sigalih).

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, menjelaskan Sigalih adalah aplikasi yang dapat mencatat segala macam yang hal yang berkaitan dengan kesehatan mata.

"Aplikasi berbasis web atau android ini dapat mengenali gangguan penglihatan warga negara Indonesia melalui deteksi dini di Posbindu," kata Anung saat ditemui di Kemenkes RI, Jakarta, Rabu, (03/10/2018).

Berdasarkan berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan penglihatan dan kebutaan memiliki implikasi yang multidimensional. Antara lain, yakni dampak fisik dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup (quality of live), bahkan sampai pada berkurangnya produktifitas seseorang dalam melakukan pekerjaan ataupun aktivitas harian (acitivites of daily living).

Kemudian, dampak sosial yang akan timbul adalah rentan terhadap masalah kesehatan, risiko jatuh, depresi dan ketergantungan pada individu lain dalam hal ini yang terdekat adalah keluarga. Selanjutnya adalah dampak psikologis terkait kepuasan dalam hidup maupun status emosional.

Berdasarkan data WHO, ada lebih dari 285 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan dan 39 juta diantaranya mengalami kebutaan, 124 juta dengan low vision serta 153 juta mengalami gangguan penglihatan karena kelainan refraksi yang tidak terkoreksi.

Sekitar 90 persen para penyandang gangguan penglihatan dan kebutaan ini hidup di negara dengan pendapatan rendah, yang jika dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan apapun, maka jumlah penderita gangguan penglihatan dan kebutaan ini akan membengkak menjadi dua kali lipat pada tahun 2020. (tka)

Komentar

Embed Widget
x