Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 07:05 WIB

Hari Batik Nasional

Motif Batik Klasik Harus Terus Dilestarikan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 2 Oktober 2018 | 15:45 WIB

Berita Terkait

Motif Batik Klasik Harus Terus Dilestarikan
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Perkembangan batik Indonesia cukup progresif dan maju sekali. Sekarang ini sudah semakin banyak merek batik untuk anak muda. Artinya, kesadaran untuk melestarikan batik semakin ada.

Hanya saja, Iwet Ramadhan selaku pelestari budaya batik, menekankan tentang kesadaran - kesadaran untuk melestarikan motif - motif klasik batik yang masih agak berat.

"Ini kita ngomongin motif klasik itu filosofinya sangat tinggi sekali. Tetapi, bagaimana kita mengaplikasikannya itu menjadi modern. Itu tantangannya," kata Iwet Ramadhan saat ditemui di acara peluncuran Botol Pigeon Batik seri terbaru, Jakarta, Selasa, (02/10/2018).

Sebagai pemerhati budaya batik dan juga menjadi pembuat batik, Iwet mencoba menuangkan karyanya lebih kekinian agar lebih dekat dan diterima anak muda. Tentunya, tidak meninggalkan motif klasik yang biasa tertera pada batik tradisional Indonesia.

"Contohnya, seperti karya saya, ada beautiful of sorrow, dan birth of happiness. Ini semua diambil dari motif-motif klasik misalnya, burung bangau, kupu-kupu, tanahan batik Pekalongan, ini tetap aku pakai tapi warnanya saja yang aku ubah agar lebih relate dengan anak muda," tambahnya.

Tidak hanya itu, ada juga motif sawunggaling yang dimodifikasikan dengan latar hujan rintik dan menggunakan motif porladot. Kemudian, juga dipadukan dengan warna-warna yang pop.

"Ada juga saya pakai latar strip untuk kombinasi kain batik cap dan tulis. Itu motif klasik kupu - kupu dan kami bawa sebagai pop dan jaman sekarang. Ada juga parang yang saya bikin tegak tadinya miring. Kemudian saya tambahkan ceplokan bunga - bunga. Ini juga sebagai satu bentuk bagaimana untuk melestarikan batik," tambahnya.

Warna - warna batik yang ditampilkan pun sangat kekinian. Dahulu, warna batik mungkin hanya monoton dengan cokelat. Sekarang, Iwet mencoba memasukkan unsur warna hitam, orange, dan merah, serta putih.

Perlu diketahui, 2 Oktober diperingati menjadi Hari Batik Nasional. Ini adalah sebuah perayaan di Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbedawi pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO .(tka)

Komentar

x