Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 23:51 WIB

Tradisi Kebo-Keboan Jadi Andalan Wisata Banyuwangi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 25 September 2018 | 14:20 WIB

Berita Terkait

Tradisi Kebo-Keboan Jadi Andalan Wisata Banyuwangi
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Alasmalang - Masyarakat di desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, mendadak ramai. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk menyaksikan tradisi ritual kebo-keboan.

Desa Alasmalang, Banyuwangi, menyimpan tradisi yang sangat sakral dan menjadi ciri khas desa. Tak salah jika ribuan masyarakat ramai berbondong - bondong menyaksikan ritual kebo-keboan yang syarat akan makna.

Ketua Panitia acara Kebo - Keboan, Indera Gunawan menjelaskan, acara puncak selamatan desa pada dasarnya sudah dilaksanakan tanggal 1 suro. Ini adalah sebuah tradisi selamatan desa yang merupakan bentuk ucapan syukur masyarakat tani atas hasil limpahan panen.

"Kemudian terdapat doa untuk musim tanam di tahun depan. Ini merupakan ritual turun temurun yang sekaligus dikemas menjadi kegiatan budaya," kata Indera saat ditemui di desa Alasmalang, Banyuwangi, Minggu ( 23/09/2018).

Ritual kebo - keboan kini menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Banyuwangi. Padahal, masih menurutnya, dahulu, ini adalah tradisi yang digelar di sebuah desa dan semakin terkenal.

"Dari lingkup sebatas desa hingga menjadi kolosal yang dikemas dinas pariwisata dan segenap masyarakat," tambahnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, acara ritual tersebut sudah masuk dalam agenda Banyuwangi festival. Terwujudnya ritual adat ini tidak akan sempurna tanpa bantuan dari masyarakat, khususnya di desa Alasmalang.

"Kami pemerintah Banyuwangi terus mengembangkan wilayahnya termasuk 120 desa yang dilengkapi dengan viber optik, meski Banyuwangi sudah masuk dalam jejaring network Asian, kebudayaan harus tumbuh dan tidak boleh tersingkirkan," tegas Azwar Anas.

Banyuwangi terus menjaga kegiatan seperti ini, bahkan acara seperti ini sudah sangat mengantri untuk diagendakan menjadi destinasi wisata.

"Namun kita melihat kesiapan masyarakat menjadi hal utama. Ini dalam rangka mendorong kebudayaan mendapat impact dari kegiatan Banyuwangi festival sehingga bisa membawa impact besar buat pariwisata di Indonesia khususnya Banyuwangi," tambah azwar.

Acara Kebo - Keboan dibuka dengan tari Gandrung. Tarian ini menjadi ikon dari kota Banyuwangi. Kemudian, sebagai bentuk rasa syukur, para tamu dan undangan serta warga setempat menggelar makan bersama. Makanan disajikan secara lesehan.

Ritual kebo-keboan merupakan tradisi warisan leluhur yg dilaksanakan setiap awal bulan suro berdasarkan penanggalan Jawa. Warga yang terpilih menjadi kebo-keboan adalah laki-laki dan mereka akan membaluri seluruh tubuhnya dengan arang yang dicampur minyak kelapa.

Kemudian mereka akan mengenakan tanduk-tandukan, rambut-rambutan dari rafia, serta kalung kerincing, sehingga menyerupai kerbau. Ritual kebo-keboan diawali dengan tradisi selametan yang digelar di perempatan desa sebagai simbol keselamatan dari empat arah penjuru desa.

Para tamu undangan dan warga turut ikut menyantap tumpeng secara lesehan dengan menu pecel pitek (pecel ayam), serta jenang abang (bubur merah) sebagai makanan khas Banyuwangi.

"Ini termasuk ritual ider bumi. Dimulai dari ada kelompok pelaku kerbau, Dewi Sri, kelompok petani dan unsur pendukung lainnya," ujar Ketua Lembaga Adat Kebo-keboan Desa Alas Malang M. Sarfin.

Masih menurut Sarfin, kebo - keboan adalah bukan kebo sungguhan melainkan manusia yang dihitamkan menyerupai kerbau. Menggunakan replika tanduk.

"Pada dasarnya manusia dan kerbau sangat potensial apalagi mencari kerbau sudah sangat sulit di Banyuwangi. Ritual ini sudah dilakukan dimulai sejak ratusan tahun lalu," papar M. Sarfin.

Setelah tradisi selametan, kebo-keboan akan diarak keliling desa diiringi pawai warga. Prosesi arak -arakan ini biasa disebut sebagai ider bumi. Kemudian kebo-keboan akan beraksi di tanah sawah basah, beberapa dari mereka akan kesurupan dan bertingkah laku seperti kerbau, seperti memaka rumput, membajak sawah hingga mengejar dan menyeruduk penonton.

Nah, jika Anda berniat untuk datang ke Banyuwangi, jangan pernah melewatkan agenda wisata tersebut. Ini sangat menarik dan tidak terlupakan. Kaya dengan tradisi, budaya, dan kearifan lokal desa setempat. (tka)

Komentar

Embed Widget
x