Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 22:53 WIB

Ini Dampak Ibu Hamil Kurang Asupan Garam Beryodium

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 19 September 2018 | 11:55 WIB

Berita Terkait

Ini Dampak Ibu Hamil Kurang Asupan Garam Beryodium
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kekurangan garam beryodium sangat berakibat fatal bagi bayi baru lahir. Hal ini akan berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

Salah satu masalah yang terjadi pada perkembangan anak adalah stunting. Ini adalah masalah gizi utama, karena angka ini cenderung meningkat, peningkatan stunting pada balita dari 35,6 persen pada 2010 menjadi 37,2 persen pada 2013.

Menurut data dari Riskesdas 2018, kisaran prevalensi stunting terendah (26,3 persen) di Provinsi Riau dan tertinggi (51,7 persen) di Nusa Tenggara Timur. Dua puluh provinsi (di antara 33 provinsi) memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi daripada data nasional.

Indonesia telah menunjukkan penurunan kemiskinan yang stabil dari 16,6 pada tahun 2007 menjadi 10,9 persen pada tahun 2016, tetapi kekurangan gizi anak tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Salah satu penyebab anak mengalami stunting adalah karena kurangnya asupan garam beryodium," kata Rozy Afrizal Jafar - Praktisi Garam Beryodium memaparkan tentang hubungan stunting dengan gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI), Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Masih menurutnya, banyak terjadi dari pemahaman tentang garam. Bukan hanya orang awam, tapi praktisi kesehatan juga menganggap kebanyakan garam akan berakibat gondok. Ini seperti fenomena gunung es.

"Masalah utama adalah kekurangan yodium yang paling berbahaya adalah ibu hamil yang kurang yodium bisa mengalami melahirkan anak dengan gangguan mental," tambah Rozy.

Masih menurutnya, yodium sangat berguna untuk otak janin. Karena itu, seorang ibu hamil harus mendapatkan yodium yang cukup.

Perlu diketahui, selama satu tahun orang Indonesia dalam satu hari membutuhkan 8 mg garam beryodium.

"Ini memang sangat sedikit, kalau kurang akan berakibat fatal. Untuk satu tahun hanya dibutuhkan 3 kg dalam tubuh," ujarnya.

Sekitar 90 persen rumah tangga harus konsumsi garam beryodium yang cukup. Kandungan di dalam urin juga harus masuk kategori adequate.

"Yang penting itu yodium untuk ibu hamil. Kalau anak lahir kurang yodium itu sudah terlambat. Maka IQ-nya akan rendah. Ini juga berpengaruh pada pertumbuhan anak dan akan berakibat stunting," paparnya. (tka)

Komentar

Embed Widget
x