Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 23:45 WIB

Gizi Kronis pada Anak Jadi Masalah Besar

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 18 September 2018 | 19:45 WIB

Berita Terkait

Gizi Kronis pada Anak Jadi Masalah Besar
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah yang kerap dialami banyak orang.

Dalam lima tahun terakhir ini Indonesia dikejutkan dengan tingginya angka stunting, satu dari tiga anak dengan kondisi stunting. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Kekurangan gizi merupakan masalah yang sangat serius untuk disikapi.

Kekurangan gizi pada akhirnya menyebabkan kematian, akibatnya mengurangi daya saing sebuah negara akibat hilangnya generasi yang sehat. Masalah ini sudah ditengarai oleh Nutrition International (NI) untuk bergerak dalam pemenuhan gizi bagi ibu hamil, remaja dan anak balita.

NI sebuah organisasi global, didirikan di Kanada 26 tahun yang lalu bertujuan membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan khususnya dibidang gizi Nutrition International menjalin kemitraan bersama disejumlah pemerintahan, donor dan pelaksana di berbagai negara serta melakukan studi terkait pembangunan kesehatan dan kesejahteraan di berbagai sektor untuk menjangkau jutaan orang di lebih dari 60 negara setiap tahunnya.

"Pemenuhan gizi mikro tidak kalah penting dengan pendidikan dan peningkatan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Memang tidak terlihat secara nyata, tetapi kekurangan zat gizi mikro dapat menimbulkan dampak serius," kata Direktur Nutrition International Indonesia, Sri Kusyuniati, Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Masih menurutnya, keterlibatan NI bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak tahun 2006 membantu meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, remaja putri dan para ibu.

Secara langsung NI membantu pemenuhan suplemen kapsul vitamin A bagi anak-anak, membantu meningkatkan penggunaan zinc bersama oralit osmolaritas rendah sebagai terapi dalam pengobatan diare balita.

Kemudian, meningkatkan jumlah rumah tangga mengonsumsi garam beryodium, meningkatkan jumlah perempuan dalam mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat secara rutin dan mendukung fortifikasi tepung terigu.(tka)

Komentar

Embed Widget
x