Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 00:33 WIB

Pilu, Seorang Ibu Terkena Rubella Saat Hamil Muda

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 18 September 2018 | 18:55 WIB

Berita Terkait

Pilu, Seorang Ibu Terkena Rubella Saat Hamil Muda
(Foto: Inilahcom/Mia Umi Kartikawati)

INILAH.COM, Jakarta - Seorang Ibu bernama Nursiah dari Aceh mengaku terkena Rubella saat hamil usia dua bulan. Hal ini sangat memprihatinkan.

Dengan suara bergetar, Nursiah mengaku saat kehamilan usia dua bulan mengalami keluhan merah - merah pada kulit. Dengan cepat, Nursiah ke dokter. Hal tersebut tertangani oleh dokter penyakit dalam.

"Dokter penyakit dalam mengatakan saya harus dirawat di rumah saja karena tidak bisa diberikan obat karena masih dalam masa mengandung," kata Nursiah saat ditemui di acara Forum Merdeka Barat 9 di Kominfo, Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Memasuki usia kehamilan enam bulan, ternyata Nursiah merasakan bayi di dalam kandungannya sempat tidak bergerak. Untuk kasus ini langsung ditangani oleh dokter kandungan. Namun, ternyata dokter kandungan tidak mencurigai ada hal yang janggal dalam kandugan Nursiah.

"Menjelang kelahiran itu anak sempat tidak nangis selama semenit. Kemudian anak saya dibawa ke ICU selama 10 hari," paparnya.

Kini, buah hatinya sudah menginjak usia delapan tahun. Namun, Nursiah mengaku, banyak sekali melakukan operasi. Mulai dari operasi jantung, mata untuk katarak, dan lainnya.

"Sekarang usia anak sudah delapan tahun. Namun, ada mengalami ADHD karena di Rubella ada mengandung itu," ujarnya.

Agar hal tersebut tidak terjadi kepada ibu hamil lainnya, dia sangat menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksin MR kepada anak - anak. Hal ini agar tidak terjadi penularan kepada para ibu hamil lainnya.

"Tolong perhatikan vaksin ini. Karena ini tidak terkena hanya anak - anak tapi juga orangtua atau ibu hamil yang sangat berdampak," ujarnya.

Perlu diketahui, di Indonesia dampak penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan juga sangat luar biasa. Menurut data dari Kementerian Kesehatan pada 2013 - 2017 mencatat, terdapat sekitar 31.449 kasus rubella.

Selain karena penyakit rubella mudah menular, pemerintah juga berupaya keras mencegah penyakit ini karena adanya efek teratogenik.

Bila rubella menyerang ibu hamil terutama pada masa awal kehamilan, infeksi rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi. (tka)

Komentar

Embed Widget
x