Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 03:11 WIB

Pasien Limfoma Hadapi Masalah Harga Obat Mahal

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 15 September 2018 | 17:15 WIB

Berita Terkait

Pasien Limfoma Hadapi Masalah Harga Obat Mahal
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu masalah nyata yang dihadapi oleh pasien limfoma adalah mahalnya harga obat-obatan.

PT. Ferron Par Pharmaceuticals sebagai salah satu pemasar obat kanker untuk terapi limfoma telah memproduksi obat hasil pengembangan bendamustin, yakni Fonkomustin.

"Obat ini adalah produksi PT Fonko International Pharamceuticalsbagian dari Dexa Group juga, yang dikembangkan oleh saintis Indonesia. Produk ini sangat baik untuk penderita limfoma dan dulu sebelum Fonko memproduksi, produk ini tidak dijual di Indonesia. Inilah yang menjadi latar belakang, supaya penderita limfoma bisa mudah mendapatkannya di Indonesia," kata Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji, Jakarta, Sabtu, (15/09/2018).

Masih menurutnya, karena diproduksi di Indonesia, otomatis harga obat lebih terjangkau. Harapannya bagi para penderita limfoma mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan bendamustin-rituximab, dibandingkan kemoterapi standar yang memiliki lebih banyak efek samping.

Bendamustin yang diproduksi sejak 2014 dan diluncurkan di awal 2018 tersebut diproduksi dengan kualitas standar Eropa dan saat ini tengah diproses masuk formularium nasional sehingga dapat digunakan segera oleh pasien BPJS.

Produk tersebut kini digunakan untuk pasien limfoma dan direkomendasikan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.(tka)

Komentar

x