Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 09:00 WIB

Batuk Setelah Naik Haji, Wajar?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 12 September 2018 | 17:15 WIB

Berita Terkait

Batuk Setelah Naik Haji, Wajar?
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Jamaah Haji Indonesia sebagian besar kerap mengalami batuk - batuk ketika pulang ke tanah air. Apakah keadaan ini sangat normal terjadi?

Saat ini sebagian besar jamaah haji Indonesia secara bertahap kembali ke tanah air. Selain berbagai oleh-oleh yang dibawa, sebagian besar dari para jamaah haji ini juga mengalami batuk.

Menurut Dr.Ari F Syam, Akademisi dan Praktisi Kesehatan yang kerap menjadi tim haji baik Rombongan Haji Reguler maupun Haji khusus (ONH plus) mengaku mendapatkan hampir 80 persen jamaah akan mengalami batuk pada waktu di tanah suci.

Bahkan batuk tersebut terbawa juga sampai ke tanah air. Bahkan ada candaan diantara para jamaah hanya unta yang tidak batuk.

"Saya coba mengungkap sedikit kenapa para jamaah tersebut mengalami batuk dan bahkan batuk tersebut terbawa sampai tanah air. Batuk dapat terjadi karena adanya rangsangan pada saluran pernafasan kita," kata Dr.Ari F Syam, Akademisi dan Praktisi Kesehatan, Jakarta, Rabu, (12/09/2018l).

Batuk juga bisa merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran pernafasan. Batuk yang terjadi bisa batuk produktif dengan banyak lendir atau dahak.

"Batuk bisa tanpa dahak atau batuk kering. Batuk yang terjadi juga bisa saja karena memang jamaah tersebut sudah mempunyai permasalahan pada paru sebelumnya misal berupa bronkitis, sinusitis atau asma bronkiale yang memburuk saat berada di tanah suci," tambahnya.

Rangsangan yang menyebabkan batuk dapat terjadi karena berbagai hal karena adanya iritasi pada saluran pernafasan atas tersebut. Ini juga bisa terjadi karena adanya infeksi virus, bakteri atau jamur serta hanya reaksi alergi misal karena debu, atau karena asap.

"Atau karena memang adanya rangsangan dari asam lambung yang naik ke atas yang merangsang ke tenggorokan tersebut," paparnya.

Perlu diketahui memang ada perbedaan cuaca antara di tanah air dan cuaca di Indonesia. Kelembaban udara di Tanah Suci yang rendah, udara kering dan dingin.

Hal ini akan mencetuskan terjadinya iritasi pada saluran pernafasan atas. Apalagi jika para jamaah tersebut kurang minum.

Masih menurutnya, selain itu aktifitas jamaah yang sering melakukan zikir dan berdoa yang kadang-kadang di lafazkan sehingga juga bisa membuat tenggorokan bertambah kering.

"Selain batuk maka kondisi ini juga bisa membuat peradangan pada pita suara sehingga para jamaah yang mengalami kondisi tersebut suaranya menjadi serak," ujarnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x