Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 04:04 WIB

GERD Dapat Sembuh, Asalkan?

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 31 Agustus 2018 | 16:10 WIB

Berita Terkait

GERD Dapat Sembuh, Asalkan?
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit GERD adalah salah satu gangguan yang timbul dari organ lambung. Penyakit ini akan sembuh asalkan pasien tertib melakukan beberapa hal.

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, para pasien GERD harus mengetahui pencetus penyebab masalah penyakit tersebut. Misalnya, jika terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung lemak, cokelat, dan keju, ini sangat buruk bagi lambung karena membuat lambung bekerja lebih lamban.

"Lemak, cokelat, dan keju, menyebabkan pengosongan lambung yang padat dan lamban bekerja," papar Ari Fahrial Syam, Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Kemudian, pasien yang terlalu sering konsumsi fastfood. Ini termasuk dalam gaya hidup yang tidak sehat. Masih menurut Ari, seperti namanya, Fastfood, dikonsumsi dengan terburu - buru.

"Fastfood umumnya makannya dengan buru - buru. Ini kita memberikan beban kepada lambung bekerja lebih lama," tambahnya.

Gaya hidup konsumsi fastfood kini mewabah hingga ke anak - anak. Ini sangat membahayakan. Bahkan, budaya konsumsi fastfood kini menjadi sarapan pagi.

"Lebih baik, ganti sarapan pagi dengan makanan buatan sendiri," ujarnya.

Selanjutnya, GERD bisa sembuh dengan menurunkan berat badan. Jika memiliki kecenderungan obesitas pada pasien GERD, lebih baik menurunkan berat badan dengan konsisten.

"Ini juga berkaitan dengan gaya hidup yang diubah," tegasnya.

Selain itu, yang paling penting adalah kepatuhan dalam mengkonsumsi obat. Biasanya, pasien GERD sudah merasa gejala penyakit hilang dan tidak melanjutkan konsumsi obat.

Padahal, kepatuhan konsumsi obat sangat berpengaruh pada kesembuhan yang dalam jangka panjang.

"Pada umumnya, pasien GERD mengkonsumsi obat selama sebulan penuh. Kepatuhan ini banyak yang tidak dilaksanakan. Biasanya ketika pasien sudah merasa enak pada dua minggu awal, mereka meninggalkan konsumsi obat. Padahal harus dihabiskan selama satu bulan. Ini yang bisa menyebabkan penyakit berulang," paparnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x