Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 08:26 WIB

Menikmati Kuliner dengan Belajar Sejarah Indonesia

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 20 Agustus 2018 | 18:15 WIB

Berita Terkait

Menikmati Kuliner dengan Belajar Sejarah Indonesia
(Foto: Inilahcom/Mia Umi Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Mengajak anak - anak mengenal sejarah Indonesia menjadi salah satu kewajiban bagi orangtua. Banyak cara untuk mewujudkan hal itu salah satunya dengan belajar sejarah lewat kuliner.

Kedai Havelaar, adalah restoran yang sangat unik karena menyuguhkan kisah sejarah tentang Indonesia. Pemilik Kedai Havellar, Yosephine D.S, menjelaskan Kedai Havelaar didirikan memang mengarah untuk mendidik anak - anak dan menyegarkan ingatan tentang sejarah Indonesia.

"Kami ingin anak - anak mengenal pelajaran sejarah. Untuk mengedukasi tentang masa - masa perjuangan yang mengantarkan kita menjadi Indonesia seperti sekarang ini," papaar Yosephine, saat ditemui di Kedai Havelaar yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta, baru - baru ini.

Sambil mengenal sejarah lebih dalam, para pengunjung bisa menikmati beragam menu andalan dari Kedai Havelaar. Ternyata terdapat enam menu yang sangat digemari para pengunjung.

"Animo masyarakat sangat terlihat pada empat produk yang disukai. Antara lain, Sate Kambing, Tongseng Kambing , Brongkos, Rawon, Soto Jogja kemudian Ronde. Ini benar - benar khas kuliner Jawa," tambahnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus, Kedai Havelaar mengadakan promo dengan memberikan diskon untuk semua makanan.

"Diskon 17 persen itu untuk semua produk. Kemudian, 17 + 8 persen untuk produk tertentu. Selanjutnya, 73 ribu untuk dua produk dengan Teh Teko Birik," ujarnya.

Pengunjung tidak hanya bisa menikmati makanan khas Indonesia dan juga menggali sejarah Indonesia lewat informasi yang diberikan melalui koran yang unik sebagai alas piring Anda. Kemudian, Anda bisa menikmati lagu - lagu nasional yang sangat kekinian.

"Dengan lagu - lagu nasional yang sudah di aransemen yang menjadi lagu - lagu masa kini. Musiknya masa kini seperti tidak merasakan upacara," katanya. (tka)

Komentar

Embed Widget
x