Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 22:31 WIB

Kini Masyarakat Atur Perjalanan Lebih Mudah

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 16 Agustus 2018 | 19:28 WIB

Berita Terkait

Kini Masyarakat Atur Perjalanan Lebih Mudah
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bepergian atau traveling dapat memperkaya jiwa dan pengalaman.

Sebagai seorang warga Indonesia, memang sangat beruntung. Mengapa? Karena, Indonesia memiliki banyak pulau dan kekayanan alam menjadi destinasi wisata yang menarik.

Kemajuan teknologi membuat layanan pemesanan untuk perjalanan dan gaya hidup begitu mudah untuk dilakukan. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, kita dapat lebih bebas dalam merencanakan perjalanan dan menunjang gaya hidup. Mengutip dari siaran pers yang diterima, Kamis, (16/08/2018), segala kebutuhan dapat dengan mudah diakses hanya dalam genggaman.

1. Bebas menentukan pilihan moda transportasi dan akomodasi

Transportasi dan akomodasi menjadi hal utama yang paling penting dalam bepergian. Pilihan transportasi pun beragam, mulai dari pesawat, kereta api, maupun bus.

Setelah menentukan transportasi, pengguna juga seringkali dihadapkan dengan pilihan akomodasi yang semakin bervariasi. Mulai dari hotel, homestay, guest house, vila, resort dan lain-lain. Kemudahan dan kebebasan menentukan transportasi dan akomodasi untuk bepergian semakin terasa dengan adanya teknologi dan hadirnya aplikasi penyedia jasa booking.

Melansir data dari Inventure (2017), setidaknya 65.77 persen konsumen saat ini lebih memilih melakukan pemesanan lewat aplikasi.

2. Bebas menentukan budget

Budget atau anggaran merupakan sebuah elemen yang tidak dapat dipungkiri dalam merencanakan perjalanan.

Setiap orang memiliki porsi anggaran yang berbeda untuk dapat mewujudkan rencana traveling-nya. Penentuan anggaran tentunya berdampak pada pilihan harga transportasi dan akomodasi. Kapanpun dan kemanapun, tentunya masyarakat ingin pergi liburan dengan cara yang mudah dan anggaran yang murah.

Fenomena ini dapat terlihat dari kian menjamurnya jumlah hotel budget dan maskapai penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier).

Data Centre for Aviation (2012), menunjukkan bahwa maskapai LCC menduduki posisi paling pertama dengan peningkatan hampir 30 juta. Tidak hanya maskapai pesawat, perkembangan hotel budget pun semakin menjamur. Melansir data dari Inventure (2017), jumlah hotel budget telah melampaui hotel bintang 4 dan 5, di mana jumlahnya hampir mencapai 50 persen pada tahun 2018 dan diprediksi akan terus meningkat di tahun 2019.

3. Bebas menentukan rencana perjalanan (itinerary)

Jika melihat kembali kepada waktu lima hingga 10 tahun lalu, di mana menentukan perjalanan belum semudah saat ini. Untuk mengatur perjalanan (membeli tiket transportasi dan akomodasi), masih menggunakan cara konvensional dan rencana perjalanan telah diatur oleh biro perjalanan.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pertumbuhan penggunaan smartphone yang pesat, pengguna semakin dimanjakan dengan adanya aplikasi yang memudahkan proses pemesanan tiket perjalanan bahkan hingga kebutuhan penunjang kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan estimasi yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), pada 2016, perekonomian dunia dikuasai oleh 10 negara, termasuk Indonesia. Di hari jadi Indonesia yang ke-73, tentu masyarakat Indonesia berharap perekonomian Indonesia dapat terus bertumbuh dan membaik. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia apalagi dengan adanya fenomena leisure economy.

Pergeseran konsumsi masyarakat dari goods ke experience menun jukkan bahwa peran teknologi memiliki dampak yang signifikan dalam hal mengubah pola konsumsi masyarakat. Hal ini tentunya diharapkan dapat membawa laju industri pariwisata Indonesia semakin meningkat.(tka)

Komentar

Embed Widget
x