Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 23:02 WIB

Asupan Tepat untuk Atasi Masalah Berat Badan Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Selasa, 14 Agustus 2018 | 15:35 WIB

Berita Terkait

Asupan Tepat untuk Atasi Masalah Berat Badan Anak
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu penyebab weight faltering maupun stunting adalah pemberian MPASI tidak tepat waktu atau tidak cukup.

Pada anak di usia ASI eksklusif, pertama kali perlu dievaluasi cara Ibu memberi ASI.

"Perbaiki posisi menyusui dan perlekatan payudara, lihat selama dua minggu," Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, Jakarta, Selasa, (14/08/2018).

Bila Berat Badan (BB) berhasil naik, ASI tinggal dilanjutkan. Bila BB tetap atau turun, ASI tetap dilanjutkan, dengan ditambah asupan lain.

"Bila usia anak kurang dari 4 bulan, belum boleh mendapat makanan. Pilihannya adalah donor ASI yang aman, atau susu formula dengan standar CODEX," terangnya.

Pada anak kurang dari 4 bulan, harus dilihat kondisinya, apakah sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan. Yakni kepala sudah tegak, lidah tidak menjulur-julur lagi. Bila kepala belum tegak, belum bisa diberi makanan padat karena bisa tersedak.

Lantas, makanan apa yang harus diberikan untuk pemulihan?

"Prinsipnya, harus melengkapi zat gizi yang tidak cukup dari ASI. Komposisinya mengacu pada ASI, dan kualitasnya sebaik ASI," ujar Dr. dr. Damayanti.

Ini tidak bisa dicukupi hanya dengan tepung beras, bubur kacang hijau,atau puree sayur dan buah.

Komposisi ASI terdiri dari 55 persen lemak, 30 persen karbohidrat, dan lebih dari 5 persen protein.

"Ketiga zat gizi ini yang merupakan makronutrisi; lemak, karbohidrat dan protein adalah building block untuk pembentukan otak dan pertumbuhan tinggi badan," tegas Dr. dr. Damayanti.

Makanan pemulihan harus mengandung protein hewani dan energy yang cukup.

"Stunting pada balita di Indonesia banyak disebabkan oleh asupan protein hewani yang tidak adekuat pada dua tahun pertama kehidupan," tambahnya.

Asupan energy pun harus cukup karena bila kurang, protein yang masuk akan dipakai menjadi energy, bukan untuk pertumbuhan.

Sumber protein hewani terbaik yakni whey protein, telur, susu, ikan, ayam, dan terakhir daging merah.

"Bila tidak memungkinkan MPASI rumahan, WHO memperbolehkan MPASI yang sesuai dengan Codex. Produk dengan ijin edar BPOM pasti sudah mengikuti Codex," papar Dr. dr. Damayanti.

Codex adalah aturan produk makanan yang sesuai dengan ketentuan WHO dan FAO.

Komentar

Embed Widget
x