Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 23:52 WIB

Soal ASI dan MPASI, Orangtua Jangan Asal Percaya

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 8 Agustus 2018 | 18:35 WIB

Berita Terkait

Soal ASI dan MPASI, Orangtua Jangan Asal Percaya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menjadi orangtua memang tidak mudah. Namun, semua itu butuh ketekunan dan belajar setiap hari.

Terlebih soal mengurus anak. Mulai dari memberikan Air Susu Ibu (ASI) atau menyusui, sampai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Saat ini, semakin banyak informasi yang hadir dari beragam sumber terutama soal kedua hal tersebut. Sebagai orangtua, tentu harus pintar dan jeli ketika menerima beragam informaai tersebut. Masalahnya, semua ini adalah untuk membuat keputusan yang nantinya akan diberikan kepada buah hati tercinta Anda.

Orangtua, terutama yang baru memiliki anak, biasanya memiliki banyak kekhawatiran dalam menangani bayi mereka, terutama terkait dengan nutrisi. Pemberian ASI saja atau ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama, dan dilanjutkan hingga 2 (dua) tahun, sangat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Banyak ibu yang berjuang untuk dapat mengikuti rekomendasi ini. Namun, masih banyak mitos seputar menyusui dan mempersiapkan MPASI yang masih dipercaya sebagian orang. Sayangnya, di era digital ini banyak sekali mitos dan informasi di media sosial yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan secara medis.

Selain itu, banyak juga informasi dan mitos yang diperoleh dari orang-orang terdekat. Inilah mengapa orangtua harus bijak dalam mencari informasi yang benar.


Spesialis anak dr. Yoga Devaera, Sp.A(K) mengatakan, "Di jaman modern ini, ternyata masih banyak orang yang percaya dengan mitos atau kata orang dulu, padahal belum tentu semuanya benar. Sekarang, informasi sangat mudah diakses melalui internet".

Masih menurutnya, ketika mendapat nasihat dari orang lain, maka orangtua harus aktif untuk mengkonfirmasi dan mencari info yang benar.

"Percayai sumber informasi kredibel seperti dokter, organisasi terpercaya atau situs parenting, bukan hanya blog post atau unggahan media sosial tanpa sumber yang jelas," tambahnya, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu,(08/08/2018).

Mengenai mitos yang banyak beredar, dr. Yoga Devaera memberikan contoh.

"Salah satu pasien saya pernah bertanya apa benar setelah usia 6 (enam) bulan, bayi membutuhkan tambahan jenis susu lainnya. Ini tidak benar. Memang setelah 6 (enam) bulan, bayi memerlukan tambahan energi, protein dan terutama zat besi karena ASI saja tidak mencukupi. Yang harus diberikan setelah 6 (enam) bulan bukan susu formula tetapi makanan padat atau MPASI yang mengandung zat dibutuhkan tadi," ujar Yoga.

Pengenalan tekstur makanan padat juga diperlukan sehingga keterampilan makan bayi terasah.

Mitos lain yang juga sering didengar adalah, jika bayi diberikan ASI dengan botol, ia akan menolak payudara ibu. Ini juga tidak sepenuhnya benar.

Ada banyak bayi yang menyusui dari payudara dan botol secara bergantian tanpa masalah berarti. Selama botol itu diperkenalkan setelah sang bayi sudah mahir menyusui secara langsung dari payudara ibu, biasanya di sekitar usia 2 (dua) bulan.

"Setiap ibu hidup dalam situasi dan kondisi yang berbeda, dan banyak dari mereka yang terbantu dengan menyusui bayinya secara langsung dan menggunakan botol secara bergantian. Penggunaan botol juga memungkinkan sang Ayah atau anggota keluarga lain untuk membantu ibu memberikan ASI kepada si kecil," ujarnya.(tka)

Komentar

Embed Widget
x