Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 08:57 WIB

Menkes: Vaksin MR Tetap Berjalan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Minggu, 5 Agustus 2018 | 13:52 WIB

Berita Terkait

Menkes: Vaksin MR Tetap Berjalan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pelaksanaan pemberian vaksin MR (Measles Rubella) di luar Jawa, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila F Moeloek, menjelaskan program tersebut tetap berjalan meski sambil menunggu sertifikasi halal.

Pada Jumat lalu, Kementerian Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) duduk bersama untuk membahas tentang sertifikasi halal dari vaksin MR tersebut. Ini ditujukan untuk produsen yang mengeluarkan vaksin tersebut.

"Ada suatu permintaan MUI dan saya juga Kemenkes duduk bersama dengan ketua MUI dan jajarannya sudah melakukan kesepakatan imunisasi tidak tolak. MUI menyadari dan mendukung dilakukannya imunisasi untuk tindakan pencegahan di sini penyakit. Tapi mereka meminta menjamin untuk yang muslim untuk sertifikasi halal. Ini dari produsen, PT Biofarma diminta vaksin MR ini import dari India," papar Menkes RI, di Jakarta, Minggu, (05/08/2018).

Masih menurutnya, pihak Kemenkes dengan Biofarma meminta apakah ada sebuah material yang bersinggungan atau tidak (dengan yang tidak halal) walaupun misalnya bersinggungan tentu MUI menyadari ini demi kepentingan kesehatan oleh karena itu, program ini tetap dijalankan.

"Menurut fatwa nomor 4 tahun 2016 jika ini memang mubah (tidak ada yang lain atau alternatif lain) ini diperbolehkan dalam hal ini darurat. Saya mengingatkan penyakit ini enggak ada pengobatannya kita mencoba meningkatkan agar gejala ini berkurang. Misalnya seperti campak kalau gizi turun berat sekali kita membantu agar tidak terjadi kematian," tambahnya.

Untuk Rubella, hal yang sangat ditakutkan adalah ketika seseorang terkena rubella dan menular kepada Ibu hamil, ini akan menimbulkan kecatatan pada anak.

"Rubella kita takuti kalau terkena tidak imunisasi secara komunitas ini akan terkena bayi anak kita lahir cacat dengan ketulian, kebutaan, jantung bocor dan kejang-kejang dsb. Dan ini menjadi beban negara," ujarnya.

Maka dari itu program ini tetap berjalan tetapi tetap menunggu proses sertifikasi halal untuk meyakinkan. Jadi dalam hitungan jari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) bersedia melakukan pengecekan dokumen. Sementara ini semua dokumen sedang dilengkapi oleh produsen. (tka)

Komentar

Embed Widget
x