Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 Agustus 2018 | 11:41 WIB

Designer of The Year Istituto Marangoni

Karina Ayu Ghimas Raih Penghargaan di Milan-Italia

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 4 Agustus 2018 | 21:30 WIB

Berita Terkait

Karina Ayu Ghimas Raih Penghargaan di Milan-Italia
(Foto: Riset)

INILAH.COM, Jakarta-Prestasi membanggakan diraih oleh Karina Ayu Ghimas. Desainer asal Indonesia ini meraih penghargaan sebagai Designer of the Year oleh Istituto Marangoni di acara Fashion Design Award 2018 International School Womenswear Collection of the Year, Milan, Italy.

Penghargaan diraih Karina berkat keunikan desain yang memadukan unsur Western dengan budaya ketimuran Indonesia lewat karyanya, "Topi Padang". Dari 200 desainer yang berasal dari tiga kampus Istituto Marangoni yang berada di Milan, Paris dan London, Karina dinilai paling menonjol. Topi khas dari daerah Sumatera Barat menjadi konsep utama fashion desainnya.

Karina mengembangkan pola "Topi Padang" menjadi lebih bernilai dengan menambahkan aksen bulu-bulu pada bentuk topi tersebut dan menggabungkan aksesoris tas pelana kuda di beberapa bagian.

Sementara itu, gaya roknya terinspirasi dari gaun berkuda wanita-wanita kaum elite di era abad ke-19, bahan gaunnya merupakan bahan kain yang sesuai dikenakan wanita berkuda di era itu, dengan corak gari-garis pada bahannya. Bahan songket asli dari Indonesia juga menjadi pilihan bahan kain desain gaunnya.

"Bagaimanapun juga, aku ingin selalu membawa elemen Indonesia dalam tiap koleksiku, tinggal sekarang bagaimana cara membuatnya tidak terlihat tradisional," kata Karina dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/8/2018).

Sementara itu, pada bagian penutup kaki, Karina terinspirasi dari gaya sepatu boot berkuda wanita Eropa abad ke-19, dengan penambahan detail tali-tali pada sepatu boot, seolah-olah terlihat seperti sepatu boot yang menginjak pelana kuda.

Semua detail produksi desain dan bahan sangat diperhatikan oleh Karina, mulai dari pattern making, sewing, pemilihan bahan, hingga pemilihan benang dan teknik menjahitnya, agar sesuai dengan hasil yang diinginkan.

"Meskipun sudah punya penjahit atau pattern maker sendiri, tetap desainer yang paling tahu bagaimana final look baju itu seharusnya, dan buat aku every details matters," terangnya. [adc]

Komentar

x