Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 07:11 WIB

Fashion Ditoko Daring Paling Diburu Selama Ramadan

Oleh : Aris Danu | Senin, 23 Juli 2018 | 21:47 WIB

Berita Terkait

Fashion Ditoko Daring Paling Diburu Selama Ramadan
(Foto: Ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta-Trend belanja telah berubah seiring perkembangan teknologi di era digital saat ini. Selama bulan ramadan 2018, belanja daring (toko online) paling tinggi berdasarkan aplikasi daring riset pasar Snapcart yang meneliti perilaku konsumen Indonesia.

Data riset Snapcart menunjukkan 79,2 persen konsumen mengetahui dan mengikuti program spesial Ramadan dari situs-situs belanja daring di Indonesia. Program Ramadan dari Shopee memperoleh awareness paling tinggi 73 persen, diikuti oleh Tokopedia 58 persen, Bukalapak 30 persen, Lazada 28 persen, JD.ID 14 persen, dan Blibli 10 persen.

Data juga mengemukakan bahwa 62 persen responden menjawab aktif berpartisipasi dalam program Ramadan Goyang Hujan Emas dan Big Ramadan Sale dari Shopee. Diikuti 45 persen responden menjawab berpartisipasi dalam program Shake-Shake dan Semarak Ramadan Ekstra dari Tokopedia, dan 16 persen responden berpartisipasi dalam program Puashake dan Puasale dari Lazada. Peringkat berikutnya responden berpartisipasi dalam program serupa dari Bukalapak, JD.ID, dan Blibli.

"Tiga yang pertama adalah situs belanja online terbesar di Indonesia, sehingga sangat populer dikunjungi pembelanja online," kata Business Development Director Snapcart Asia Pasifik, Felix Sugianto, dalam keterangannya, Senin (23/7/2018).

Dari sekian kebutuhan barang selama ramadan, riset Snapcart juga menunjukkan jika pakaian dan aksesori fashion menempati peringkat paling tinggi yakni 40 persen pembelanja daring. Diikuti 28 persen membeli produk-produk digital seperti game, aplikasi berbayar, asuransi daring, dan lain-lain; 23 persen membeli produk kosmetik dan kebutuhan personal.

Kemudian 21 persen membeli gadget dan aksesorinya; 17 persen membeli produk kebutuhan rumah tangga; 16 persen membeli sepatu; 15 persen membeli pakaian dan perlengkapan bayi, dan 15 persen membeli berbagai jenis tas.

"Ini sesuai dengan budaya orang Indonesia yang merayakan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri selalu dengan memakai baju baru. Yang menarik, kini berbelanja produk fesyen semakin banyak dilakukan melalui situs belanja online," kata Chief Revenue Officer Snapcart Asia Pasifik, Soon Lee Lim.

Sementara itu membandingkan gaya berbelanja perempuan dan pria Indonesia saat Ramadan, pria prioritas pertama berbelanja pakaian dan fashion, kemudian para pria lebih suka beli gadget dan asesorisnya. Sedangkan para perempuan, dimana setelah prioritas pertama membeli pakaian dan fashion , prioritas keduanya perempuan membeli kebutuhan personal dan kosmetika.

"Ini sebenarnya wajar juga, para perempuan dimana-mana memang lebih memprioritaskan kosmetik daripada gadget. Sebaliknya pria Indonesia, mereka lebih suka beli gadget setelah tercukupi beli pakaian," demikian Soon Lee Lim. [adc]

Komentar

Embed Widget
x