Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 12:03 WIB

Sandeq Race Festival Adu Cepat Kapal Tanpa Mesin

Rabu, 18 Juli 2018 | 07:00 WIB

Berita Terkait

Sandeq Race Festival Adu Cepat Kapal Tanpa Mesin
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Mamuju - Lomba kapal yang sangat khas Sulawesi Barat akan tersaji 11-17 Agustus 2018. Tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar. Nama eventnya adalah Sandeq Race Festival 2018. Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa menyaksikan lomba kapal cepat tanpa mesin. Tag line yang diangkat adalah "The Hardest, The Longest and The Fastest".

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, keseruan event ini telah terbukti. Kegiatan ini pun masuk dalam Top 100 Wonderful Indonesia Events. Dan dipastikan akan lebih meriah dan banyak disaksikan wisatawan. "Bayangkan saat atraksi budaya dipadukan dengan wisata bahari dan sport tourism, pasti akan sangat menarik. Hal itu bisa disaksikan di Sandeq Race Festival," kata Menpar Arief Yahya, kemarin.

Menurutnya, Mamuju yang berada di antara Palu (ibukota Provinsi Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan) mudah diakses melalui perjalanan darat. "Melalui udara, aksesnya akan lebih mudah lagi dan lebih cepat tentunya. Karena Mamuju memiliki Bandara Tampa Padang. Tak perlu khawatir tentang akomodasi, tersedia puluhan hotel atau penginapan yang bisa dipilih sesuai selera dan kocek," paparnya.

Agenda tahunan ini selalu menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Ratusan wisatawan asing dari lima negara seperti Rusia, India, Denmark, Malaysia dan Korea Selatan tidak pernah absen menyaksikan Festival Sandeq Race.

Sandeq adalah perahu tradisional Suku Mandar, salah satu kelompok etnis tertua di seluruh Austronesia. Sandeq adalah ikon kebanggaan Sulawesi Barat. Dan dianggap sebagai kapal tercepat di dunia tanpa mesin. Sandeq bisa berlayar selama 20 sampai 30 knot (50 km/jam).

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mengatakan, penyelenggaraan Sandeq Race Festival 2018 dimaksudkan untuk mengembalikan roh dari sandeq seperti masa lalu.

"Sandeq Race Festival 2018 merayakan gagasan masa lalu. Juga sebagai wujud penghormatan kepada semangat leluhur orang Mandar yang tinggi. Perlombaan ini benar-benar unik, karena Anda akan menyaksikan nelayan bertelanjang kaki di kano cadik bambu, tanpa teknologi, mesin, atau navigasi, mencoba melaju lebih cepat satu sama lain. Anda pasti terpesona karena ini paling seru di Indonesia," ujar Ali Baal Masdar.

Dulu, perahu ini digunakan sebagai transportasi untuk berdagang dan menangkap ikan di laut. Passandeq (Pelaut Mandar) melakukan inovasi dan bodi Sandeq lebih dirampingkan. Sandeq pun dilombakan untuk menguji kecepatan dan ketangkasannya membelah ombak.

Sandeq punya bentuk nan elok dengan panjang sekitar 9-16 meter dan lebar kurang lebih 0,5-1 meter, serta terpasang cadik di sisi kanan-kirinya. Layarnya yang berbentuk segitiga berfungsi sebagai penangkap angin untuk mendorong perahu melaju. Kecepatannya bisa dipacu hingga 15-20 knot atau 30-40 km per jam.

"Perahu bercadik tanpa mesin ini digerakkan menggunakan layar. Kecepatan perahu layar ini sangat ditentukan oleh cuaca atau angin di laut," jelasnya.

Seperti biasa, lomba mengambil rute dari pantai Mamuju di Sulawesi Barat menuju pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. 20 Sandeq telah dipastikan berpartisipasi dan melibatkan 260 passandeq. Setiap tim terdiri atas 13 orang.

Akan ada beberapa etape yang dilombakan. Etape Pertama adalah lomba balap Sandeq Segitiga Polewali pada 11 Agustus dan start etape 1 Polman-Majene di keesokan harinya. Di etape pertama, akan dihelat pula beberapa sub event. Yakni karnaval budaya, lomba lepa lepa dan Sandeq keccu (Sandeq kecil), serta pameran budaya kampung Sandeq.

Di etape kedua, lomba balap perahu Sandeq Segitiga Majene digelar 13 dan 14 Agustus. Kemeriahan juga sudah disiapkan. Etape ini akan diisi pegelaran pentas seni, pesta kuliner khas Mandar dan pemutaran film dokumenter.

Keseruan akan terus berlanjut di etape ketiga yang meyajikan balap Sandeq dengan rute Sedana-Deking. Beberapa sub event juga ditampilkan, antara lain ini atraksi budaya dan pesta rakyat. Sementara etape keempat menjadi pamungkas dari seluruh perayaan empat hari itu. Rute balap pada etape terakhir ini yakni dari Deking dan finis di Mamuju.

Seperti etape sebelumnya, adu cepat perahu itu akan juga dihiasi oleh beragam sub event. Ada lomba sandeq segi tiga Mamuju pada tgl 17 Agustus. Acara ini dirangkaikan dengan perlombaan perahu katinting, lomba layang-layang hias dan penyerahan hadiah kepada masing-masing pemenang perlombaan.

Ali Baal Masdar menambahkan, selain tempat Sandeq Race Festival, Mamuju memiliki beberapa pantai yang indah untuk dikunjungi. Begitu juga kuliner khasnya yang layak dicoba. "Jadi selain menyaksikan Sandeq Race Festival, pengunjung bisa berwisata, mungkin tak hanya di Mamuju, melainkan juga ke wilayah-wilayah lain di Sulawesi Barat," tambahnya. [*/par]

Komentar

Embed Widget
x