Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:28 WIB
 

Penting, Dukung Peningkatan Gizi Anak Bangsa

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 7 Juni 2018 | 11:30 WIB
Penting, Dukung Peningkatan Gizi Anak Bangsa
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Program peningkatan gizi pada anak sangat penting dilakukan. Ini demi kelangsungan masa depan anak bangsa.

Melihat pentingnya program peningkatan gizi, Cargill dan World Food Programme (WFP) menjalankan program makanan untuk anak sekolah, yaitu school meals programme. Kegiatan tersebut menunjukkan hasil yang amat positif di dalam mendukung siswa sekolah dasar di Indonesia untuk meningkatkan gizi dan kebersihan.

Sejak program ini dimulai di bulan Mei 2017, sebanyak 76 ribu paket makanan sehat untuk anak sekolah telah dibagikan di tiga propinsi. Program ini turut mendukung Program Gizi Anak Sekolah (PROGAS) yang dalam skala lebih besar yang telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Dukungan dari Cargill dan WFP kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelaksanaan PROGAS bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses terhadap makanan bergizi dan belajar mengenai gizi dan kesehatan serta menyediakan kesempatan peningkatan ekonomi bagi petani lokal," kata Arief Susanto, Corporate Affairs Director, PT Cargill Indonesia, Jakarta, baru - baru ini.

Masih menurutnya, pihaknya sangat bersyukur dan bangga dapat mendukung pelaksanaan program tersebut. Untuk di Indonesia terutama di daerah-daerah dimana prevalensi stunting cukup tinggi dan di area operasional Cargill di Indonesia.

Hasil laporan pelaksanaan survei PROGAS yang membandingkan keadaan siswa sebelum dan pada akhir pelaksanaan program mencatat beberapa capaian positif di sekolah yang didukung Cargill, diantaranya meliputi:

1. Persentase jumlah siswa yang mengkonsumsi sarapan secara rutin meningkat menjadi 47.7 persen dari 24,7 persen

2. Persentase jumlah siswa yang menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi meningkat menjadi 87.63 persen dari sebelumnya 81.6 persen

3. Persentase jumlah siswa yang menerapkan kebiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah menggunakan toilet meningkat menjadi 95.4 persen dari 93.2 persen

4. Persentase jumlah siswa yang mengkonsumsi air minum yang dimasak terlebih dahulu meningkat menjadi 35.4 persen dari 15.1 persen;

5. Jumlah siswa yang dilaporkan sakit berkurang terutama jumlah siswa yang terkena demam menjadi 13.8 persen dari 32,9 persen, flu menjadi 7.7 persen dari 35.6 persen, batuk menjadi 16.9 persen dari 27.4 persen dan diare menjadi 9.2 persen dari 11 persen.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x