Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:48 WIB
 

Kebutuhan Medis dan Pendidikan Perlu Dana Besar

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 2 Juni 2018 | 16:42 WIB
Kebutuhan Medis dan Pendidikan Perlu Dana Besar
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Kebutuhan hidup semakin tinggi. Tidak jarang, para keluarga muda mencari pinjaman dana cepat dan mudah. Terlebih untuk biaya kesehatan dan pendidikan.

Menurut Aidil Zulkifli CEO UangTeman.com, belakangan ini, jika dilihat dari sekitar 60 ribu nasabah pinjaman online, banyak yang menggunakan untuk kebutuhan kesehatan. Seperti yang kita ketahui, kebutuhan untuk kesehatan memang tidak murah. Hal ini dibutuhkan dana yang besar dan cepat. Karena itu, tidak jarang, banyak orang yang mencari pinjaman cepat cair untuk menalangi kebutuhan tersebut.

"Biasanya orang banyak meminjam uang untuk kebutuhan medis, seperti masuk rumah sakit dan menebus obat. Ini dibutuhkan dana yang cepat. Kalau dilihat dari besarnya orang yang meminjam di online kami adalah sekitar 20 persen," papar Aidil saat ditemui di Jakarta, baru - baru ini.

Tidak hanya kebutuhan untuk medis atau kesehatan. Kebutuhan untuk biaya pendidikan juga sangat banyak dicari. Pinjaman dana ini lumayan besar menjadi pengaruh dalam sebuah rumah tangga.

"Sekitar 25 persen peminjam kami memiliki alasan untuk edukasi. Misalnya, untuk bayar biaya masuk sekolah, bulanan sekolah, dan kuliah," tambahnya.

Selain itu, yang paling besar adalah, masyarakat yang membutuhkan modal usaha. Mulai dari ojek online, hingga mendirikan usaha kuliner jalanan.

"Misalnya tukang nasi goreng, orang yang mau mulai Usaha Kecil Menengah (UKM), dan ojek online untuk modal biaya sehari - hari, isi bensin dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, sedangkan trend kaum muda dengan rentang usia 28-30 tahun meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli handphone dan traveling.

"Untuk alasan ini biasanya kami tolak meskipun ini menjadi trend. Kami harus bertanggungjawab. Kami tidak akan memberikan dana talangan ke nasabah yang tidak produktif karena risikonya lebih tinggi," ungkap Aidil.

Menjelang lebaran pengajuan pinjaman online mengalami kenaikan sekira 2-3 persen.

"Biasanya, masyarakat butuh untuk memenuhi kebutuhan lebaran, seperti biaya mudik," katanya. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x