Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 07:20 WIB
 

Puasa, Momen Tepat Berhenti Merokok

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 30 Mei 2018 | 14:30 WIB
Puasa, Momen Tepat Berhenti Merokok
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sudah bukan rahasia, perilaku merokok sebenarnya adalah sebuah kesia-siaan. Mengapa?

Berhenti dari kecanduan nikotin adalah hal yang sangat sulit, ditambah dengan murahnya harga rokok di Indonesia yang mendorong orang dengan mudah membeli rokok.

Dalam Diskusi Publik Rokok dan Puasa, dan Murahnya Harga Rokok kali ini dibahas
bagaimana rokok dipandang dari sudut pandang klinis, keuangan, dan konteks keislaman.

Momen puasa dianggap menjadi waktu yang tepat bagi kaum muslim yang merokok untuk berhenti merokok. Sebuah studi tentang upaya berhenti merokok di Malaysia menemukan bahwa upayaberhenti merokok selama Ramadhan memiliki dampak positif terhadap upaya melepaskan diri dari adiksi rokok (Ismail, dkk, 2017).

Terkait rokok dan puasa, dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, SpKJ (K), MP, Psikiater RS Jiwa Soeharto Heerdjan, Direktur Eksekutif Indonesia Neuroscience Institute (INI) menyatakan, "Nikotin pada rokok memiliki adiksi yang sangat kuat sehingga perlu niat yang tinggi untuk berhenti. Momen puasa dapatmenjadi momen spiritual setiap pribadi untuk menghentikan ketergantungan terhadap rokok."

Seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima, Jakarta, Rabu, (30/05/2018), sudah sering kita mendengar bahwa betapa pun sulitnya berhenti, para perokok terbukti mampu berhenti merokok selama puasa dijalankan.

Namun sayangnya, puasa tanpa rokok tidak berlanjut sampai setelah puasa. Dengan demikian, niat saja tidak dapat menjamin akan membantu perokok berhenti merokok, meskipun niat adalah kunci awal proses tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas penduduk di Indonesia melakukan ibadah puasa, tetapi upaya berhenti merokok membutuhkan intervensi kebijakan sehingga perilaku masyarakat ini memperoleh dukungan.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x