Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 12:06 WIB

Ini Penyakit yang Kerap Timbul Usai Berpuasa

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 28 Mei 2018 | 21:35 WIB

Berita Terkait

Ini Penyakit yang Kerap Timbul Usai Berpuasa
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Selama kurang lebih sebulan berpuasa pada Ramadan, tubuh melakukan detoksifikasi yang baik. Namun, mengapa setelah berpuasa tidak jarang orang terkena penyakit?

Hal tersebut ternyata ditimbulkan karena orang tidak bisa mengendalikan diri dari makanan. Setelah sebulan berpuasa, umat Islam merayakan Hari raya Idul Fitri. Beragam makanan lezat tak luput dari meja makan yang siap disantap ketika bersilaturahmi.

Jika orang yang sudah sukses selama sebulan berpuasa dan secara otomatis melakuka detoksifikasi terhadap tubuh kemudian tergoda dengan asupan makanan berlebihan di Hari Raya tersebut, ini memungkinkan akan mendatangkan risiko penyakit.

"Saat Hari Raya, terkadang banyak orang yang tidak bisa mengotrol asupan makanan. Padahal, pada sebulan berpuasa, mereka sudah baik mengatur pola makan dan mengistirahatkan pencernaan dari makanan berat. Setelah mulai tidak mengontrol makanan, gula darah dalam tubuh akan tidak terkontrol karena langsung hajar makan apa saja. Ini akan meningkatkan risiko diabetes," kata Dr.dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, saat ditemui di acara Promag Fastingval, Jakarta, baru - baru ini.

Penyakit tersebut, lanjutnya, kerap dialami oleh para masyarakat di perkotaan. Tidak hanya itu, masih menurut Ari, penyakit radang paru - paru juga sering terjadi usai Hari Raya.

"Orang - orang juga banyak yang mengalamj radang paru - paru karena terlalu lelah, sibuk, dan banyak menerima tamu," tambahnya.

Tidak hanya itu, terkait dengan santapan makanan yang sangat lezat pada saat Hari Raya, tidak jarang banyak orang yang mengalami hipertensi. Ini juga berakibat pada risiko terserang stroke.

"Kecendrungan tren di masyarakat perkotaan itu. Berbeda kalau di daerah," ungkapnya.

Jika di daerah, masyarakat cenderung hanya kelelahan ketika bersilaturahmi. Ini tidak jarang masyarakat di daerah yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri.

"Mereka makan tidak teratur, tidak memperhatikan fisik mereka. Ini biasanya menyebabkan batuk dan pilek," ujarnya.(tka)

Komentar

x