Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:45 WIB
 

Ketahui Lebih Dalam Tentang Osteoarthritis

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 23 Mei 2018 | 19:26 WIB
Ketahui Lebih Dalam Tentang Osteoarthritis
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengapuran sendi sudah sering didengar. Ini secara medis disebut osteoarthritis.

Pengapuran sendi adalah istilah sehari-hari yang sering kita dengar. Sedangkan didalam dunia medis dikenal dengan Osteoarthritis. Osteoarthritis adalah kondisi yang sering terjadi ketika sendi tulang rawan mulai menipis. Osteoarthritis merupakan jenis dari Artritis (radang sendi). Ternyata hal ini sudah dialami oleh jutaan orang diseluruh dunia dan Kementerian Kesehatan RI menyatakan di Indonesia Osteoarthritis memiliki prevalensi sebesar 30 persen.

"Ini bukan sesuatu yang jarang. Jutaan orang merasakan ini. Keadaan ini akan meningkat pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun ke atas. Seiring berjalannya waktu, ini akan terjadi pada usia tua," papar Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT(K), saat ditemui di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu, (23/05/2018).

Keadaan ini dapat terjadi pada bagian mana saja, pada lutut dan panggul.

"Pada orang obesitas di lututnya terdapat beban yang lebih besar. Kelainan anatomi tungkai bawah. Riwayat trauma sebelumnya. Misalnya pernah terpelintir, keseleo, saat trauma itu bisa menyebabkan tergeruskan sendi," tambahnya.

Makin lama, sendi yang seperti bantalan akan seperti menipis dan membuat tulang bertemu tulang. Ini yang akan menimbulkan kesakitan.

"Ini akan membuat orang menjadi tidak aktif hanya memilih duduk atau tidur saja," ujarnya.

Apakah hal ini bisa sembuh? Tulang rawan tidak bisa tumbuh kembali. Seiring waktu tulang rawan akan terus tergerus.

"Pada keadaan ini, tidak mungkin dokter memberikan terus menerus memberikan obat anti nyeri. Ini tidak akan membuat tulang rawan tumbuh. Pada akhirnya kitya akan melakukan operasi radang sendi," katanya.

Operasi artroplasti lutut (knee artrhtoplasty) sudah dilakukan sejak tahun 1968. Pada awalnya, operasi penggantian lutut dilakukan secara total, dengan cara, melakukan pemotongan bagian sendi lutut luar dan dalam, tanpa melihat bagian lutut mana yang sebenarnya masih sehat, namun secara statistik, tampak bahwa pola penipisan tulang rawan pada sendi, lebih banyak terdapat disatu bagian lutut terutama lutut bagian tengah.

Untuk menghindari pemotongan bagian sendi lutut yang masih sehat, para peneliti menemukan suatu teknik tersendiri yang disebut Unicompartment Knee Arthroplasty (UKA), dimana operasi ini dilakukan dengan penggantian sendi lutut secara sebagian. Teknik dan desain implan UKA pertama kali dipakai sejak tahun 1976 dan terus berkembang hingga tahun 1998 digunakan model Generasi ke-3 dari Oxford Unicompartmental Knee System yang sekarang dipakai di Siloam Hospitals Kebon Jeruk. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x