Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:48 WIB
 

Fakta Kematian Ibu dan Neonatal di Indonesia

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 23 Mei 2018 | 13:56 WIB
Fakta Kematian Ibu dan Neonatal di Indonesia
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kematian ibu dan anak baru lahir menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar untuk perempuan di Indonesia.

Menurut Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Eni Gustina, MPH, sekian banyak ibu meninggal setiap hari tetapi dianggap biasa saja di masyarakat. Ini adalah sebuah hal yang tidak bisa dianggap remeh.

"Banyak orang menganggap hal itu biasa. Ibu yang meninggal masuk surga. Ini tidak begitu. Semua harus peduli dengan kematian ibu dan bayi," papar Eni saat ditemui di acara USAID Jalin, Kolaborasi dan Kemitraan untuk peningkatan keselamatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, Jakarta, Rabu, (23/05/2018).

Berikut adalah beberapa fakta terkait kematian ibu dan bayi baru lahir.

1. Setiap satu jam, terdapat dua ibu dan delapan bayi baru lahir (neonatal) meninggal di Indonesia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, kematian ibu dan neonatal di Indonesia relatif stagnan. Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup 2015 dan angka kematian neonatal mencapai 15 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017.

Angka ini, Indonesia termasuk 10 negara dengan jumlah kematian ibu dan neonatal yang paling tinggi.

2. Kematian ibu dapat terjadi pada saat kehamilan, persalinan, maupun pasca-persalinan

Dalam setiap tahap pada proses kehamilan sampai pasca persalinan, seorang ibu memiliki risiko untuk meninggal. Studi tindak lanjut sensus penduduk 2010 menyebutkan bahwa kasus kematian ibu terbesar terjadi pada masa pasca persalinan sekitar 57 persen, diikuti pada masa kehamilan 22 persen, dan saat melahirkan sekitar 15 persen.

3. Sebagian besar kematian ibu dan neonatal dapat dicegah

Penyebab kematian ibu di Indonesia terutama disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan 32 persen, dan pendarahan pasca persalinan sekitar 20 persen.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kedua kondisi ini. Selain itu, tinginya angka perkawinan dan melahirkan pertama kali di bawah usia 20 tahun masih merupakan awal permasalahan kesehatan pada perempuan di Indonesia.

Hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi dalam kehamilan yang dapat berujung pada kematian ibu dan neonatal.

4. Layanan kesehatan yang berkualitas dapat berkontribusi menurunkan risiko kematian ibu dan neonatal

Sebesar 60 persen kematian ibu dan 78 persen kematian neonatal terjadi di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan, dalam setiap tahap, sejak dari pemeriksaan kehamilan, layanan persalinan, sampai pasca persalinan.

Saat ini, hanya 21 persen rumah sakit umum yang memenuhi standard layanan obstetric dasar. Untuk layanan kesehatan primer, hanya 31 puskesmas dan kurang dari 10 persen layanan kesehatan swasta yang memenuhi seluruh kriteria untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan yang komprehensif sesuai standard.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x