Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 20:27 WIB

Risiko Kematian Saat Lahir dan Hamil Masih Tinggi

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 23 Mei 2018 | 12:15 WIB
Risiko Kematian Saat Lahir dan Hamil Masih Tinggi
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kehamilan dan kelahiran menjadi salah satu hal yang berisiko mengancam jika bayi dan perempuan di Indonesia.

Menurut Hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2015 mendapatkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 305 per 100 ribu kelahiran hidup dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). Dalam satu jam, Indonesia kehilangan dua ibu dan delapan bayi baru lahir, akibat kematian yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah.

"Penurunan AKI dan angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKB) merupakan prioritas utama pemerinta dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015 - 2019 dan merupakan target Sustainable Development Goals yang harus dicapai pada tahun 2030," kata Sekretaris Jenderal Kemenkes, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Jakarta, Rabu, (23/05/2018).

Masih menurutnya, banyak terjadi intervensi yang dilakukan pemerintah Indonesia mulai di tingkat masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan di tingkat primer dan rumah sakit, memperkuat jejaring rujukan, meningkatkan akses dan pembiayaan jaminan kesehatan namun hasilnya belum optimal.

"Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan dengan USAID untuk mengoptimalkan data ilmiah guna menemukan solusi yang tepat untuk turunkan AKI dan AKB secara signifikan," tambahnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dalam hal ini bekerjasama dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID, memprakarsai dua hari mulai dari 22 - 23 Mei untuk acara Kick-off Co-Creation dan Kemitraan untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (Neonatal). Ini merupakan bagian dari Program USAID Jalin, sebuah komitmen USAID dan Kemenkes sejak Desember 2017.

Dalam lima tahun mendatang, dengan komitmen senilai 55 juta dolar, Program USAID jalin akan menyatukan berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, baik pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dunia usaha, masyarakat madani, akademisi, da media massa.

Pada tahun pertama, Jalin bekerja di provinsi Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, untuk memengaruhi potensi pasar dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir. (tka)

Komentar

Embed Widget

x