Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 17:42 WIB

Hari Hipertensi Sedunia

Stroke Masih Menjadi Pembunuh Nomor Satu

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Jumat, 18 Mei 2018 | 20:55 WIB

Berita Terkait

Stroke Masih Menjadi Pembunuh Nomor Satu
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, stroke menjadi salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menemukan bahwa 25,8 persen masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Namun, hanya sepertiga yang terdiagnosa, dan hanya 0,7 persen kasus yang dikontrol dengan obat.

Memperingati Hari Hipertensi Sedunia pada 17 Mei, saat ini, stroke merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan angka kematian 19.79 persen dari total kematian dan tingkat kematian hingga 186,29 per 100.000 orang. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi nomor satu di dunia.

Seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (218/05/2018), Indonesia Stroke Registry, sebuah studi berbasis rumah sakit yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) bekerjasama dengan Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menemukan bahwa hipertensi merupakan faktor resiko stroke terbesar pada 77 persen.

"Tekanan darah yang tinggi akan merusak dinding arteri di seluruh tubuh, pembuluh darah yang rusak akibat hipertensi akan rentan tersumbat dan juga mudah pecah. Sehingga penderita penyakit tekanan darah tinggi akan memiliki risiko yang tinggi terserang stroke baik stroke penyumbatan pembuluh darah (iskemik) atau stroke pecahnya pembuluh darah. Karenanya, sangat penting untuk mengendalikan tekanan darah untuk menurunkan resiko stroke," kata dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS.


"Pada umumnya hipertensi tidak memiliki gejala yang khas, sehingga banyak orang tidak mengetahui bahwa dia telah menderita hipertensi. Di lain pihak kesadaran masyarakat untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin sangat rendah. Sebagian besar masyarakat baru mengetahui bahwa dia menderita hipertensi setelah terkena penyakit akibat hipertensi. Untuk mencegah penyakit akibat hipertensi sangat diperlukan kesadaran akan pentingnya memeriksakan diri secara rutin dalam rangka deteksi dini," tambahnya.

Masih menurut Dr. Mursyid, pentingnya mengurangi garam dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran.

"Kita juga sebaiknya menjaga berat badan pada angka ideal dan berolahraga teratur. Untuk mereka yang sudah terkena hipertensi, sebaiknya segera mendapatkan perawatan dan rajin memonitor tekanan darah," paparnya. (tka)

Komentar

x