Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:36 WIB
 
Hide Ads

DTFL Reboisasi Kawasan Wisata Rawa Pening-Ambarawa

Oleh : Aris Danu | Kamis, 10 Mei 2018 | 15:13 WIB
DTFL Reboisasi Kawasan Wisata Rawa Pening-Ambarawa
(Foto: Inilahcom/Aris Danu)

INILAH.COM, Ambarawa-Djarum Foundation melalui program Djarum Trees For Life (DTFL) melakukan penanaman pohon trembesi di kawasan wisata danau Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

Kegiatan itu merupakan bentuk nyata perhatian terhadap upaya pelestarian ekosistem alam di wilayah tersebut. Danau Rawa Pening merupakan salah satu danau alam dengan luas mencapai 2.670 hektare.

Seremoni penanaman turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, SH dan Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji beserta jajarannya. Hadir juga grup band RAN yang didapuk sebagai Duta Penghijauan Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Wakil Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha, SH menyambut baik gerakan penghijauan yang digagas Djarum Foundation. Khususnya di kawasan wisata Rawa Pening.

"Manfaat yang diharapkan tidak hanya untuk kita saja, namun juga menjadi warisan untuk generasi selanjutnya, anak cucu kita di masa mendatang. Maka dibutuhkan peran serta dari kita semua untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup," kata Ngesti disela seremoni penanaman pohon di Lapangan Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah, Rabu (9/5/2018).

Upaya pelestarian ini menjadi penting mengingat Danau Rawa Pening merupakan satu dari 15 danau yang masuk ke dalam prioritas pemulihan kerusakan danau di Indonesia berdasarkan Kesepakatan Bali Tahun 2009 tentang Pengelolaan Danau Berkelanjutan. Untuk pelestarian di area Danau Rawa Pening tersebut, Djarum Foundation berkoordinasi dengan komunitas pegiat lingkungan dan pemerintah setempat mengenai bentuk penghijauan yang sesuai dengan ekosistem alamiah danau tersebut. Salah satu hal yang mendesak adalah perlunya mengembalikan dan meningkatkan tanaman konservasi air yang mampu menyimpan dan mendekatkan air ke permukaan tanah.

Dalam kesempatan itu, DTFL memberikan bantuan berupa 1.000 pohon Trembesi dan 1.000 pohon Gayam untuk ditanam di areal Danau Rawa Pening. Penanaman ini akan dilakukan secara bertahap oleh 35 komunitas pegiat lingkungan di Rawa Pening. Pohon Gayam atau Inocarpus Fagifer, yang termasuk dalam famili Fabaceae, merupakan jenis tanaman konservasi air. Tidak hanya mampu menyuburkan tanah, dengan budidaya vegetasi pohon Gayam diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan keberadaan air dalam jangka panjang.

Sementara itu grup musik RAN yang terdiri dari Rayi, Aska, dan Nino juga turut serta dalam aksi menanam pohon di area Danau Rawa Pening, Ambarawa. Nino menyerukan pentingnya merawat alam untuk memperbaiki kondisi lingkungan hidup agar tidak semakin rusak.

"Kita mau mengajak masyarakat terutama generasi muda, untuk mulai dengan tindakan yang lebih nyata dengan menanam pohon," kata Nino mewakili RAN.

Perlu diketahui, Trembesi yang dijuluki Ki Hujan atau Rain Tree ini adalah pohon berkanopi seperti payung yang memiliki ukuran daun tak lebih dari ukuran koin Rp. 100, namun paling unggul dalam menyerap gas CO2 dan juga bisa menurunkan suhu udara hingga 4 derajat celcius.

Karena itulah, sejak tahun 2010 DTFL giat melakukan penanaman Trembesi di berbagai tempat di Indonesia dengan cakupan wilayah penanaman lebih dari 2.150 kilometer. Dengan cakupan sebesar itu, Trembesi yang telah ditanam diharapkan mampu memberikan dampak dengan menyerap lebih dari 2,7 juta ton CO2 setiap tahunnya.

Trembesi yang ditanam pada program ini dibudidayakan di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) yang didirikan dan dikelola oleh Djarum Foundation sejak tahun 1979. Berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beragam tanaman langka dari berbagai daerah dibudidayakan di sini. Tidak hanya itu, pusat pembibitan ini juga melakukan pembibitan untuk tanaman konservasi baik buah maupun non buah seperti Trembesi, Kenari, Mahoni, Asem, dan Randualas. [adc]

Komentar

 
Embed Widget

x