Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:56 WIB
 

Kenali Gejala Penyakit Lupus

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 9 Mei 2018 | 12:05 WIB
Kenali Gejala Penyakit Lupus
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu jenis penyakit Lupus adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Apa saja gejala timbulnya penyakit tersebut?

Menurut sekretaris direktorat jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, LES memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, sehingga sulit untuk dideteksi.

"Tingkat keparahannya pun beragam mulai dari ringan hingga yang mengancam jiwa. Gejala LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan," kata Asjikin, Jakarta, Selasa, (08/05/2018).

Pasien LES dapat mengalami gejala yang bertahan lama atau bersifat sementara sebelum akhirnya kambuh lagi. Kesulitan dalam upaya mengenali LES sering kali mengakibatkan diagnosis dan penanganan yang terlambat.

LES merupakan beban sosio-ekonomi bagi masyarakat dan negara karena memerlukan penanganan yang tidak sederhana dan melibatkan banyak bidang keahlian. Selain itu biaya perawatannya pun mahal dan perlu dilakukan seumur hidup.

Guna menekan tingginya prevalensi LES, Kementerian Kesehatan RI mencanangkan program deteksi dini LES yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), Puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya dengan cara mengenali gejala-gejala sebagai berikut:

1. Demam lebih dari 380C dengan sebab yang tidak jelas

2. Rasa lelah dan lemah berlebihan

3. Sensitif terhadap sinar matahari

4. Rambut rontok

5. Ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari hidung ke pipi

6. Ruam kemerahan di kulit

7. Sariawan yang tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut

8. Nyeri dan bengkak pada persendian terutama di lengan dan tungkai, menyerang lebih dari 2 sendi dalam jangka waktu lama

9. Ujung-ujung jari tangan dan kaki pucat hingga kebiruan saat udara dingin

10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik napas panjang

11. Kejang atau kelainan saraf lainnya

12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (atas anjuran dokter) :

- Anemia : penurunan kadar sel darah merah
- Leukositopenia : penurunan sel darah putih
- Trombositopenia : penurunan kadar pembekuan darah
- Hematuria dan proteinuria : darah dan protein pada pemeriksaan urin
- Positif ANA dan atau Anti ds-DNA.

Jika pasien mengalami minimal 4 gejala dari seluruh gejala yang disebutkan di atas, maka dianjurkan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter di Puskesmas atau rumah sakit agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.(tka)

Komentar

 
Embed Widget

x