Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:18 WIB

Generasi Muda Lebih Baik Hidup Sehat Tanpa Narkoba

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Senin, 7 Mei 2018 | 19:30 WIB

Berita Terkait

Generasi Muda Lebih Baik Hidup Sehat Tanpa Narkoba
(Foto: Inilahcom/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Menjalani gaya hidup sehat sangat penting bagi siapa saja. Termasuk anak muda. Terutama untuk soal narkoba.

Belakangan, narkoba tidak hanya dikonsumsi oleh orang dewasa, tetapi anak muda bahkan hingga anak - anak. Keadaan tersebut membuat pihak Kepolisian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Jakarta Pusat prihatin. Untuk memerangi dan mencegah penggunaan narkoba dan obat - obatan terlarang, pihak - pihak tersebut melakukan gerakan dan deklarasi #HidupSehatTanpaNarkoba.

Seruan deklarasi positif tersebut ternyata disambut baik oleh masyarakat yang meramaikan Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu, (06/05/2018).

Ketua HDCI Jakarta Pusat, Feriadi menjelaskan, anak muda tetap keren dan bisa kreatif tanpa menggunakan narkoba. HDCI adalah komunitas yang sangat masif diharapkan menjadi duta anti narkoba yang bisa menyerukan semangat anti narkoba kepada banyak orang.

"Kami akan terus menyuarakan bahwa narkoba adalah hal yang tidak pantas dicoba, untuk dikonsumsi oleh para generasi muda penerus bangsa," papar Feriadi yang akrab disapa Bro Feri saat ditemui di acara deklarasi #HidupSehatTanpaNarkoba.

Dia juga menghimbau kepada para generasi milenial untuk tetap bisa berkarya dan maju tanpa narkoba.

"Kita akan tetap keren, hebat, maju, dan pintar tanpa narkoba. Jadi orang Indonesia keren tanpa narkoba. Saya rasa itu adalah pesan yang harus disuarakan ke seluruh Indonesia. Narkoba itu sudah menyentuh anak - anak di bawah umur. Ini sangat memprihatinkan," tambahnya.

Sejalan dengan semangat HDCI Jakarta Pusat yang mendukung acara Dit Resnarkoba dan Polres Metro Jakarta Selatan, yaitu deklarasi bertajuk Hidup Sehat Tanpa Narkoba tersebut, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol, Indra Jafar, menjelaskan kepada masyarakar agar tidak perlu malu untuk memberitahu jika diri sendiri, keluarga, saudara dekat terkena narkoba. Hal ini untuk memudahkan proses rehabilitasi.

"Karena kami menyediakan rehabilitasi untuk para korban atau pengguna narkoba," kata Indra.

Masih menurutnya, Acara Deklarasi ini diadakan untuk menggerakkan semangat kebangsaan Cinta Indonesia dengan hidup sehat tanpa narkoba.

"Mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan aktif melapor adanya penyalahgunaan narkoba yang terjadi di sekeliling dan di lingkungan tempat tinggal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

Pada acara tersebut hadiri pula ratusan bikers HDCI Jakarta Pusat, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Vivick Tjangkung, dan Wakil HDCI Jakarta Pusat, Arbain Siregar.

Perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Fidiansyah, selaku direktur pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan nafzah, yang juga hadir dalam deklarasi tersebut menegaskan kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan menjaga kesehatan dengan CERDIK. Kiat gaya hidup sehat tersebut sangat digaungkan oleh Kementerian Kesehatan terlebih untuk menangkal penggunaan Narkoba.

"CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktifitas fisik, Diet yang baik dan seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress," ungkap Fidiansyah.

Para dokter yang tergabung dalam IDI juga ramai - ramai menyerukan deklarasi. Hal ini terkait komitmen para dokter untuk siap membantu para korban penyalahgunaan narkoba dalam fase rehabilitasi. Tidak hanya itu, agar tidak semakin banyak masyarakat yang terkena narkoba, para dokter juga terus menyerukan apa saja bahaya ketika mengkonsumsi narkoba. Hal tersebut sebagai bentuk dari cara pencegahan.

"Dampak adiktif dari penggunaan narkoba sangat banyak dan mengerikan. Mulai dari mata sakit, jatung berdetak tidak teratur, flu tidak kunjung sembuh, dan hal itu mengarah kepada penyakit HIV/AIDS. Efek samping lainnya menjadi hiperseksual dan penyimpangan," ujar dr. Hariadi dari IDI Jakarta Selatan.(tka)

Komentar

Embed Widget
x