Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 20:11 WIB

Jangan Anggap Remeh Masa Emas Anak

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Sabtu, 5 Mei 2018 | 20:13 WIB

Berita Terkait

Jangan Anggap Remeh Masa Emas Anak
Penyanyi Andien Aisyah (tengah), Senior Marketing Manager KOdomo Challenge Takasi Kimura (kiri) dan Ketua Asosiasi PAUD Indonesia Sofia Hartati (kanan) saat menghadiri acara Kodomo Challenge di Jakarta - (Foto: Inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Masa emas anak adalah pada usia lima tahun pertama kehidupan. Untuk itu, orangtua harus mengambil peran yang baik pada masa pertumbuhan anak tersebut.

Ketua Asoslasi Pendidikan Guru PAUD, Dr. Sofia Hartati, M.Si memaparkan, periode golden age (5 tahun pertama dalam kehidupan anak) merupakan tahapan terpenting dalam perkembangan fisik, intelektual, emosional, dan sosial.

"Karena itu, orangtua perlu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan menyediakan lingkungan yang mampu menstimulasi rasa ingin tahu mereka dan memberikan berbagai pengalaman yang menyenangkan," papar Sofia Hartati, saat ditemui di acara Kodomo Challenge, Jakarta, Sabtu, (05/05/2018).

Masih menurutnya, permembangan otak anak sangat cepat. Hal tersebut terlihat pada fase usia lima tahun pertama. Saat usia tersebut, terdapat pertumbuhan sel-sel saraf, setidaknya dapat berkembang sekitar 50 persen.

"Sel-sel saraf dalam tubuh secara eksplosif tumbuh pada anak. Selanjutnya pertumbuhan otak dapat berkembang sekitar 30 persen pada usia 8 tahun, dan 20 dirajut saat usia 18 tahun," tambahnya.

Kemudian, sel otak bisa tumbuh dan memberi stimulasi. Jika tidak, berarti mengalami penyusutan otak, dan bahkan bisa tidak berfugsi.

"Jadi sayang banget kalau tidak distimulasi. Baik dengan makanan yang harus diperhatikan asupan nutrisi yang cukup. Kemudian, stimulasi dengan mainan. Karena tanpa mainan, anak - anak tidak bisa bereksplorasi," paparnya.

Dengan bermain, lanjutnya, anak dapat berkembang dengan cepat. Tentunya, ketika bermain, orangtua harus tetap mendampingi sehingga tercipta proses belajar yang baik, kedekatan emosional antara orangtua dan anak, dan bisa menjadi wadah quality time yang sangat baik untuk anak dan orangtua.(tka)

Komentar

Embed Widget
x