Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:57 WIB

BKKBN Prioritas Atasi Stunting

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 25 April 2018 | 13:56 WIB

Berita Terkait

BKKBN Prioritas Atasi Stunting
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Plt.Deputi ADPIN BKKBN Agus Sukiswo menjelaskan terdapat satu prioritas kerja penting yaitu mengatasi masalah stunting (kerdil) di daerah.

Bakti Sosial tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan Kabupaten Prioritas Penggarapan Stunting berdasarkan data 100 kabupaten dan kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting) pada hari Selasa tanggal 01 Mei 2018 dengan tema Dengan Semangat Gotong Royong dan Sinergi, Kita Jadikan Kampung KB sebagai Poros Keluarga Berkualitas.

TNI merupakan mitra kerja yang sangat potensial dalam mempercepat pencapaian keberhasilan program. Agus menjelaskan maksud dan tujuan Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan, yaitu, sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BKKBN dengan TNI, kedua, percepatan capaian Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui Bakti Sosial TNI Manunggal KB-Kesehatan (TMKK) untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan Keluarga Sejahtera, ketiga, Indonesia mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil serta kelebihan gizi termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa, keempat, perkembangan terakhir pelaksanaan Program KKBPK, kelima, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden untuk pembentukan Kampung KB.

TNI merupakan mitra kerja yang sangat potensial dalam mempercepat pencapaian keberhasilan program, sehingga dapat menekan angka kelahiran. Berdasarkan angka kelahiran total (TFR) hasil sementara SDKI tahun 2017 yaitu 2,4, dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) sebesar 1,49 persen per tahun pada periode tahun 2000-2010 menjadi 1,38 persen per tahun pada kurun tahun 2010-2015, lalu menjadi 1,19 persen per tahun pada periode tahun 2015-2010, CPR modern sebesar 57,9 persen dari target seharusnya sebesar 62,5 persen, unmet need (kebutuhan pelayanan KB yang tidak terpenuhi) sebesar 11,4 persen.

"Saat ini Indonesia sedang mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil serta kelebihan gizi termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa," kata Agus Sukiswo, saat ditemui di kantor BKKBN, Jakarta, Selasa, (25/04/2018).

Sekitar 37 persen (hampir 9 juta) anak balita mengalami stunting (Riskesdes 2013) dan Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting ke 5 terbesar.

Anak kerdil yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya dialami oleh keluarga yang miskin dan kurang mampu, akan tetapi stunting juga dialami oleh keluarga yang tidak miskin/yang berada di atas 40 persen tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
"Komitmen TNI yang sangat kuat dalam mendukung program KKBPK sampai dengan saat ini dirasakan pada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh BKKBN," ucap Agus. (tka)

Komentar

Embed Widget
x