Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 17:45 WIB

Hukum Sunat Perempuan

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Rabu, 25 April 2018 | 12:58 WIB

Berita Terkait

Hukum Sunat Perempuan
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Apakah Anda termasuk orangtua yang bingung tentang hukum khitan perempuan? Memang ada beberapa pendapat tentang khitan perempuan.

Seperti sunat laki-laki, praktek sunat perempuan, saat ini, khitan perempuan adalah sebuah kontroversi. Salah satu sisi disarankan, satu sisi tidak dianjurkan karena dianggap menciderai bagian organ intim wanita dalam hal ini vulva (genitalia eksterna wanita). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasiflkasikan sunat perempuan atau female circumcision sebagai sebuah prosedur yang mencakup eksisi suatu bagian genitalia ekterna wanita tanpa indikasi medis.

Praktek sunat perempuan telah banyak dilakukan di beberapa negara Afrika, seperti Cameroon, Congo, Ethiopia, Gambia, Ghana, Kenya, Mali, Nigeria, Somalia, Sudan, Uganda dan Zambia. Praktek ini juga dilakukan di Yemen, Oman, Iraq, Palestine, Israel, Egypt dan Arab.

"Sementara di Asia dilakukan di Indonesia, India, Malaysia, Pakistan dan Sri Lanka. Serta masih banyak lagi negara-negara di dunia," ujar dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku Pendiri Rumah Sunat dr. Mahdian atau yang dahulu dikenal Rumah Sunatan, Jakarta, Rabu, (25/04/2018).

Dari beberapa literatur yang dikumpulkan terkait tindakan sunat perempuan ini, motifasi masing-masing orang sangat berbeda. Salah satu pendapat mengatakan sunat perempuan dilakukan untuk mengkontrol gairah seksual seorang perempuan usia muda, yang selanjutnya menjaganya untuk tetap dalam keadaan virgin hingga menikah. Satu sisi sunat perempuan dilakukan untuk mempermudah wanita mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Dari beberapa literatur yang dikumpulkan terkait tindakan sunat perempuan ini, motifasi masing-masing orang sangat berbeda. Salah satu pendapat mengatakan sunat perempuan dilakukan untuk mengkontrol gairah seksual seorang perempuan usia muda, yang selanjutnya menjaganya untuk tetap dalam keadaan virgin hingga menikah. Satu sisi sunat perempuan dilakukan untuk mempermudah wanita mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Dari sisi Agama, sunat perempuan dilakukan pada kelompok Agama Islam dan agama Iainnya, terkait doktrin mengenai sunat perempuan yang memang ada dalam kitab-kitab rujukan yang digunakan dalam agama tersebut.

"Madzhab Asy-Syafli yang kebanyakan menjadi rujukan umat muslim di Indonesia bahkan memandang khitan pada laki-laki dan perempuan hukumnya wajib. Ini disampaikan Ulama besar bernama An-Nawawi tahun 676 H dalam kitabnya Minhaj At-Thalibin wa Umdatu AI-Muftiin fi AI-Fiqh," ujar Ustz Aini Aryani, LC dari Rumah Fiqih Indonesia.

Kehidupan beragama selanjutnya membawa seseorang masuk dalam kehidupan sosial di lingkungannya. Dengan demikian sunat perempuan menjadi sebuah bagian penting kehidupan yang harus dijalani seorang anak perempuan atau orang tua, terkait proses membesarkan seorang gadis dan mempersiapkannya hingga dewasa atau masa pernikahan.

Didalamnya juga mengandung banyak manfaat serta tidak menimbulkan bahaya apapun bila dilakukan sesuai yang dijelaskan Rasullullah SAW.

Sementara dari sisi estetika, banyak orang berpendapat bahwa sunat perempuan memberikan daya tarik tersendiri dari sisi estetika, yang selanjutnya dapat meningkatkan kepuasan seksual pasangan prianya setelah menikah nanti.

Menurut dr. Valleria, Sp.OG, khitan sunat adalah dengan cara menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa sedikitpun melukai klitoris.

"Berbeda dengan tindakan Female Genital Mutilation (FGM) yang menghilangkan secara total atau sebagian dari organ genitalia eksterna wanita. Sunat perempuan dilakukan dengan cara menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris tanpa sedikitpun melukai klitoris," jelas dr. Valleria, SpOG.

Perlakuan tudung (hoods) klitoris, mirip dengan tindakan hoodectomy yang jamak dilakukan dokter spesialis bedah di Dunia, namun dengan indikasi medis. Secara teknis, penorehan tudung klitoris dilakukan menggunakan needle khusus. Karena umumnya dilakukan pada usia kurang dari 5 tahun, dengan anatomi tudung klitoris yang masih sangat tipis dan belum banyak dilalui pembuluh darah serta saraf, tindakan ini sangat minim pendarahan dan rasa sakit.

Penorehan tudung klitoris selanjutnya membuat klitoris lebih terbuka pada usia dewasa terkait perkembangan organ termasuk di dalamnya vagina. Disisi lain kebersihan vagina terutama sekitar klitoris menjadi Iebih terjaga dan terhindar dari bau yang tidak sedap.

CIitoral hoods (tudung klitoris) terbentuk secara genetik, tiap-tiap perempuan memiliki Iebar dan tebal yang berbeda. Seiring bertambahnya usia, kelemahan atau elastisitas tudung kritoris menurun sehingga tidak sedap dipandang pasangan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan membuat respon atau sensasi seksual menjadi terganggu.(tka)

Komentar

x