Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 01:42 WIB
 

Kemenpar Dukung Festival Budaya Isen Mulang 2018

Oleh : Mia Umi Kartikawati | Kamis, 19 April 2018 | 20:40 WIB
Kemenpar Dukung Festival Budaya Isen Mulang 2018
(Foto: Inilah.com/Mia Kartikawati)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi dan mendukung Pemrov. Kalimantan Tengah yang konsisten menggelar acara budaya.

Malam ini digelar Launching Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2018, oleh Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti selaku Ketua Pelaksana CoE Kemenpar bersama Bupati Kotawaringin Timur H.Supian Hadi, dan Pjs. Bupatlti Katingan Suhaemi di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Kamis (19/4/2018).

Acara Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2018 mengangkat tema Eksistensi Kearifan Lokal Menuju Kalteng Berkah. Kegiatan akan diikuti perserta dari Kabupaten dan Kota se - Kalteng yang akan menampilkan sejumlah permainan tradisional yang diangkat dari kearifan lokal, berlangsung di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng, pada 2-6 Mei 2018.

Penyelenggaraan acara budaya sebagai upaya mendukung Visi dan Misi Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H. Habib Ismail di antaranya dalam rangka mengembangkan sektor pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat, dan sekaligus mendukung target pariwisata nasional tahun ini mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakkan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Esthy Reko Astuti yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana 100 Calender of Event (CoE) 2018, menyambut baik peluncuran FBIM 2018 sebagai strategi mempromosikan event budaya unggulan Kalteng yang menjadi bagian program 100 CoE 2018.

"Penyelenggaraan festival budaya bagian penting dari unsur 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas), karena dengan memperbanyak kegiatan atraksi wisata akan mendorong kedatangan wisatawan dan akan tumbuh akomodasi serta semakin meningkatnya fasilitas infrastruktur di daerah," kata Esthy Reko Astuti.

Masih menurut Esthy Reko, penyelenggaraan FBIM selain sebagai wahana menjaga dan melestarikan warisan budaya adi luhung juga dapat meningkatkan aktivitas budaya masyarakat, di antaranya kearifan lokal Suku Dayak Kalteng dengan berbagai keragaman dan keunikannya, juga sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat melalui kegiatan pariwisata. (tka)

Komentar

 
Embed Widget

x